Sukoharjonews.com – Menurut berita terbaru dari IT Home, tim ilmuwan di Universitas Erlangen-Nuremberg di Jerman telah mencapai prestasi luar biasa di bidang teknologi pencetakan 3D. Seperti yang dilaporkan oleh publikasi Inggris “New Scientist”, para peneliti ini berhasil membuat miniatur ruang jantung menggunakan pencetakan 3D, yang mampu berdetak secara mandiri selama lebih dari 100 hari.
Dilansir dari Gizmochina, Kamis (29/6/2023), eksperimen terobosan ini melibatkan penggunaan kardiomiosit manusia, kolagen, dan asam hialuronat, digabungkan untuk membentuk “tinta biologis” yang unik. Tinta khusus ini kemudian disuntikkan dengan hati-hati ke dalam struktur jaringan jantung yang didukung gel menggunakan nosel. Setelah dicetak, gel tersebut mengeras, menghasilkan pembuatan ruang jantung buatan yang otentik.
Biasanya, jantung manusia yang lengkap terdiri dari empat ruang, dengan ruang jantung terletak di dasarnya. Para ilmuwan berhasil mencetak 3D ruang jantung kecil, berukuran tinggi hanya 14 milimeter dan diameter 8 milimeter. Ruang miniatur ini, kira-kira seperenam ukuran ruang jantung manusia yang sebenarnya, menunjukkan fungsi yang luar biasa. Mereka mulai memukul hanya seminggu setelah mencetak dan terus memukul secara mandiri selama 100 hari yang mengesankan.
Dalam upaya masa depan mereka, para peneliti bertujuan untuk menyuntikkan bio-tinta kedua ke dalam ruang mikro ini. Pendekatan inovatif ini akan memungkinkan pertumbuhan pembuluh darah di dalam bilik, yang pada akhirnya membuka jalan bagi pencetakan jantung yang berfungsi penuh.
Pencapaian ini dibangun di atas dampak pertumbuhan teknologi pencetakan 3D di bidang ilmu kehidupan. Ilmuwan Inggris baru-baru ini menjadi berita utama dengan berhasil menanamkan sirkuit konduktif ke dalam organisme hidup menggunakan pencetakan 3D. Terobosan ini membuka jalan bagi penelitian potensial di masa depan di bidang antarmuka otak-komputer yang menarik.
Meskipun kemajuan ini tidak diragukan lagi luar biasa, penting untuk dicatat bahwa penggunaan tautan lompat eksternal yang terkandung dalam artikel ini, termasuk hyperlink, kode QR, dan kata sandi, berfungsi untuk menyampaikan informasi tambahan dan menghemat waktu. Pembaca harus mendekati sumber daya ini sebagai referensi untuk eksplorasi lebih lanjut.
Karena bidang pencetakan 3D terus berkembang, terobosan seperti ini sangat menjanjikan untuk merevolusi perawatan kesehatan dan memajukan ilmu kedokteran, menawarkan harapan bagi jutaan pasien di seluruh dunia yang menunggu transplantasi organ. (nano)
Tinggalkan Komentar