Paprika Kuning Mengandung Lebih Banyak Vitamin C daripada Jeruk: Inilah Mengapa Anda Membutuhkannya

banner 468x60
Paprika kuning kaya akan vitamin C dan baik untuk kesehatan. (Foto: Adobe Stock)

Sukoharjonews.com – Paprika kuning menawarkan salah satu kandungan vitamin C tertinggi. Ketahui bagaimana sayuran berwarna cerah ini mendukung kekebalan tubuh, jantung, otak, dan manajemen berat badan Anda.

Jika Anda suka menambahkan warna pada makanan Anda, paprika kuning cerah ini layak untuk Anda. Rasanya renyah, berair, dan menambahkan sedikit rasa manis pada hidangan apa pun, tetapi ada lebih dari sekadar tampilan yang menarik. Paprika kuning sebenarnya adalah salah satu sumber vitamin C terkaya, bahkan lebih dari merah dan hijau! Paprika kuning membantu meningkatkan kekebalan tubuh Anda, menjaga kulit Anda tetap bercahaya, dan mendukung kesehatan jantung dan otak.

Dikutip dari Healthshots, Jumat (7/11/2025), ahli gizi Dr. Archana Batra mengatakan bahwa menambahkan paprika kuning ke dalam makanan Anda adalah cara mudah untuk memperkuat kekebalan tubuh dan menurunkan berat badan tanpa menambah kalori ekstra.

Apa yang membuat paprika kuning menjadi sumber vitamin C yang unggul?
Dalam hal kandungan vitamin C, paprika kuning mengandung jumlah tertinggi. Menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal Alchemy, paprika kuning memiliki rata-rata 159,61 mg per 100 g, dibandingkan dengan paprika hijau (16,52 mg), oranye (121,38 mg), dan merah (81,19 mg) per 100 g. Meskipun beberapa sumber lain mencantumkan angka yang sedikit berbeda, varietas kuning yang matang mengandung lebih banyak vitamin C. Nutrisi ini penting untuk fungsi kekebalan tubuh dan produksi kolagen, yang mendukung kesehatan kulit, pembuluh darah, dan jaringan ikat. Dengan memilih paprika kuning, Anda menambahkan salah satu sumber vitamin C nabati paling ampuh ke dalam menu harian Anda.

Bagaimana paprika kuning mendukung fungsi otak dan jantung?
Paprika kuning tidak hanya memberikan vitamin C. Menurut ahli gizi dan pendidik diabetes bersertifikat Dr. Archana Batra, paprika kuning juga kaya akan beberapa nutrisi penting yang mendukung kesehatan otak dan jantung. Misalnya, paprika kuning mengandung vitamin B6, yang penting untuk fungsi otak, dan mineral seperti kalium dan folat yang mendukung fungsi sel yang sehat dan kesehatan kardiovaskular. Selain itu, paprika kuning memasok vitamin A (melalui beta-karoten), yang membantu menjaga kesehatan penglihatan. Bersama-sama, nutrisi ini dapat meningkatkan kesehatan jantung dan fungsi sel.

Bisakah paprika kuning membantu pencegahan penyakit kronis?
Ya. Warna cerah paprika kuning menunjukkan kekuatan antioksidan dan anti-inflamasinya. Paprika, secara umum, mengandung senyawa fenolik dan flavonoid seperti quercetin, luteolin, dan capsaicinoid, yang membantu melindungi sel dari kerusakan oksidatif, menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Nutrients. Hal ini dapat mendukung kesehatan jangka panjang dengan menurunkan risiko penyakit degeneratif seperti penyakit kardiovaskular, diabetes, Alzheimer, dan beberapa jenis kanker. Memasukkan paprika kuning ke dalam menu harian Anda membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas, yang merupakan faktor utama dalam penuaan dan perkembangan penyakit.

Apakah paprika kuning merupakan pilihan yang baik bagi seseorang yang sedang mengelola berat badan?
Tentu saja. Dengan hanya sekitar 27 kalori per 100 g, menurut Food Data Central, dan kaya serat, paprika kuning merupakan camilan yang ramah untuk mengelola berat badan atau bahan makanan yang sempurna. Paprika ini mengenyangkan, padat nutrisi, dan manis alami, sehingga cocok untuk dimasak mentah atau sedikit. Berkat seratnya, paprika kuning melancarkan pencernaan dan membantu mencegah rasa lapar segera setelah makan. Jadi, jika Anda memperhatikan kalori tetapi juga ingin memenuhi asupan nutrisi harian, paprika kuning adalah pilihan yang cerdas.

Bagaimana cara menambahkan paprika kuning ke dalam makanan?
Menjadikan paprika kuning sebagai bagian rutin dari diet Anda mudah dan lezat. Cobalah:

– Diiris mentah dengan saus untuk camilan renyah.
– Dicincang ke dalam salad segar untuk rasa manis dan warna.
– Ditumis ringan dalam tumisan untuk mempertahankan asupan vitamin C.

Dr. Batra menyarankan untuk mencampur warna (hijau, kuning, merah) untuk variasi, tetapi berfokus pada warna kuning akan membantu memastikan asupan vitamin C yang maksimal. Rasanya yang manis dan warnanya yang cerah dapat mencerahkan hidangan apa pun sekaligus mendukung kekebalan tubuh, otak, jantung, dan kesehatan sel. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *