Panthette X, Skuter Petualangan Bergaya ADV160, Hadir Lengkap dengan Garpu Depan Terbalik!

Panthette X. (Foto: Greatbiker)

Sukoharjonews.com – Jika berbicara tentang skuter petualangan yang menyerupai Honda ADV160, banyak orang mungkin sudah terbiasa, karena banyak versi “familiar” telah dirilis oleh berbagai produsen. Namun, kali ini sangat menarik karena pendatang baru di pasar ini bukanlah merek yang tidak dikenal, melainkan produsen legendaris Inggris Phelon and Moore (P&M), yang kembali dengan Panthette X 2026 terbarunya.

Dikutip dari Greatbiker, Jumat (9/1/2026), yang membedakan Panthette X dari motor bergaya ADV160 pada umumnya adalah bahwa ia tidak hanya meniru aslinya, tetapi juga menggabungkan detail dan fitur yang tidak ada pada model tersebut. Salah satunya adalah garpu depan terbalik, yang langsung menjadi sorotan utama model ini.

Merek legendaris Inggris kembali dengan konsep premium
Phelon & Moore adalah merek Inggris dengan sejarah yang dimulai sejak tahun 1904, yang dulunya sangat terkenal dengan mobil seri Panther-nya. Saat ini, merek tersebut telah dihidupkan kembali sebagai produsen mobil premium, yang berfokus pada desain, pengerjaan yang teliti, dan kepribadian yang khas.

Meskipun produksi bergantung pada jaringan global, desainnya tetap Inggris, menekankan keunikan, kemewahan, dan detail yang menceritakan sebuah kisah.

Panthette X diposisikan lebih dari sekadar skuter biasa, tetapi sebagai “kendaraan gaya hidup” bagi mereka yang ingin berkendara melalui petualangan sehari-hari dengan citra yang unik.

Panthette X. (Foto: Greatbiker)

Panthette X menawarkan desain unik dan mencolok, memadukan elemen retro dan petualangan
Hal pertama yang menarik perhatian adalah lampu depannya yang tunggal dan bulat, desain retro-modern yang membedakannya dari skuter petualangan pada umumnya, namun tetap memberikan kesan kuat dan agresif.

Tampilan petualangan keseluruhan motor ini diperkuat dengan
– ban semi-off-road on-off
– velg jari-jari tubeless
– garpu depan upside-down berwarna hitam
– pelindung mesin bull bar
– setang dengan pelindung tangan.

Semua ini membuat Panthette X terlihat benar-benar siap untuk jalanan kota yang mulus dan medan yang kasar di luar kota, bukan hanya tampilan keren untuk foto.

Berbagai ukuran mesin untuk menyesuaikan berbagai gaya berkendara:
Panthette X dikembangkan dalam beberapa ukuran mesin untuk memenuhi kebutuhan pasar yang berbeda: yakni 125cc, 250cc, dan 300cc.

Semua model menggunakan mesin satu silinder, 4 katup, berpendingin air yang memenuhi standar emisi Euro 5+.

Model 300cc kelas atas menghasilkan daya maksimum 17,5 tenaga kuda dan torsi 25 Nm.

Model 125cc menawarkan sekitar 12 tenaga kuda, sementara model kelas menengah, mirip dengan ADV160, menghasilkan sekitar 16,5 tenaga kuda, yang dianggap setara dengan prototipe Jepang.

Tingkat performa ini cocok untuk penggunaan sehari-hari dan touring ringan pada perjalanan yang lebih panjang.

Panthette X. (Foto: Greatbiker)

Dilengkapi dengan fitur premium
Meskipun tampilannya tangguh, Panthette X menggabungkan teknologi luar biasa:
– layar TFT berwarna 7 inci
– konektivitas smartphone dan pencermian layar
– rem ABS
– pegangan berpemanas untuk cuaca dingin
– pelindung tangan
– dan visor yang dapat disesuaikan.

Semua ini jelas mencerminkan bahwa Panthette X tidak diposisikan sebagai skuter murah, melainkan skuter premium yang berfokus pada pengalaman berkendara.

Harga tinggi, tetapi menawarkan “perbedaan”
Panthette X dibanderol mulai sekitar £5.490 di Inggris, atau sekitar Rp124,5 jutaan ke atas (tergantung kurs dan spesifikasi), yang jauh lebih tinggi daripada skuter 150-160cc pada umumnya.

Namun, yang didapatkan pembeli adalah:
– merek Inggris yang legendaris
– desain yang unik
– fitur yang lebih unggul dari versi aslinya
– kepribadian yang menonjol di pasar arus utama.

Panthette X mungkin bukan untuk semua orang, tetapi sangat cocok bagi mereka yang menginginkan skuter bergaya dan penuh petualangan dengan tampilan unik, yang tidak ingin mengendarai sesuatu yang dimiliki orang lain, dan yang menghargai kisah merek tersebut sama seperti performanya. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar