Sukoharjonews.com – Penderita gangguan kecemasan umumnya memiliki pikiran negatif serta rasa cemas atau gelisah berlebihan yang sulit dihilangkan. Rasa cemas tersebut dapat muncul karena berbagai macam penyebab, seperti fobia, serangan panik, atau lainnya.
Dikutip dari Siloam Hospital, pada Jumat (12/5/2023), jika Anda memiliki anggota keluarga dengan gangguan kecemasan, mencari bantuan profesional seperti psikolog atau psikiater adalah hal yang tepat untuk dilakukan. Namun Anda tidak perlu khawatir, karena Anda bisa menghadapinya dengan berikut:
1. Pahami Penyebabnya
Berbeda dengan panic attack, gangguan kecemasan atau anxiety disorder umumnya dipicu oleh suatu penyebab atau faktor. Jadi, cara menghadapi gangguan kecemasan pada anggota keluarga yang pertama adalah mencari lebih dahulu akar penyebabnya. Tidak harus bertanya secara langsung, Anda dapat mengamati perilakunya dan menjadi lebih perhatian. Misalnya dengan melihat kapan kecemasan atau rasa gelisah datang dan apa pemicunya.
Sebagai contoh, seseorang tiba-tiba menjadi sangat cemas dan kondisinya berubah drastis saat melihat binatang yang tidak disukai atau berada di tempat keramaian atau berada di kegelapan atau faktor pemicu lainnya. Seseorang dengan anxiety disorder cenderung mudah terpancing dengan faktor pemicu dan tidak bisa menyembunyikan kegelisahan.
2. Jangan Takut dengan Emosinya
Ketika sedang kambuh, tidak jarang penderita anxiety disorder tiba-tiba mengamuk, berteriak, menangis, berbicara tidak jelas, atau melakukan respons lainnya. Cara menghadapi gangguan kecemasan pada anggota keluarga yang selanjutnya adalah dengan menerima keadaannya dan jangan takut. Anda harus tetap tenang dan tidak tersulut emosi karena bisa memperburuk keadaan. Kuncinya adalah mengendalikan ketakutan Anda sendiri ketika menghadapi anggota keluarga dengan anxiety disorder.
3. Menjadi Pendengar yang Baik
Cara menghadapi gangguan kecemasan yang kedua adalah cobalah menjadi pendengar yang baik. Bisa jadi anggota keluarga yang mengalami gejala gangguan kecemasan tidak menyadari betul kondisi dirinya sendiri. Dalam situasi tersebut, Anda bisa menjadi pendengar untuk mendengarkan semua keluh kesah. Bisa jadi sebenarnya mereka juga ingin menyampaikan apa yang dirasakan dan penyebab kegelisahan. Hindari terlalu memaksakan pendapat pribadi agar tidak menyinggung atau menyulut emosi. Jangan menghakimi, melainkan mendengarkan sehingga anggota keluarga dapat menyadari bahwa Anda benar-benar peduli dan menyayanginya.
4. Konsumsi Makanan Bergizi
Membantu menjaga pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi juga termasuk cara menghadapi gangguan kecemasan pada anggota keluarga. Terutama jika tinggal satu rumah, Anda dapat berperan dalam pengaturan makanan bergizi. Jangan lewatkan waktu makan karena bisa membuat penderita menjadi tidak berenergi dan menyebabkan emosi menjadi tidak stabil. Selain itu, kurangi makanan atau minuman dengan kandungan kafein karena dapat meningkatkan rasa cemas.
5. Ajak Bicara dan Rekomendasikan Pemeriksaan Medis
Tidak sedikit yang memilih untuk white lies atau berbohong demi kebaikan agar tidak menyinggung anggota keluarga dengan gangguan kecemasan. Namun, hal ini jika terus dibiarkan justru dapat memperburuk keadaan. Menghadapi anggota keluarga dengan gangguan kecemasan lewat berbicara jujur tetap bisa dilakukan asalkan Anda mengetahui kapan waktu yang tepat untuk berbicara dari hati ke hati. Selain itu, usahakan berbicara berdua saja di tempat yang nyaman. Ingatlah bahwa Anda bukan terapisnya. Sebisa mungkin Anda harus menyarankan orang tersebut untuk melakukan pemeriksaan kondisi ke rumah sakit. Anjurkan untuk mendapatkan tindakan secara medis dan Anda siap selalu menemaninya. (cita septa)
Tinggalkan Komentar