OnePlus Ace 7 dan Ace 7 Pro Hadir dengan Seri Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Baterai 9000mAh

OnePlus Ace 7 dan Ace 7 Pro. (Foto: Gizmochina)

Sukoharjonews.com – Baru saja OnePlus Ace 7 dan Ace 7 Pro resmi diluncurkan di China, tepat tiga minggu setelah peluncuran OnePlus 16 dan sesuai dengan tanggal yang telah dikonfirmasi sebelumnya. Kedua ponsel ini sudah mulai dijual. Harga OnePlus Ace 7 dimulai dari ¥4.399 atau Rp, sedangkan OnePlus Ace 7 Pro dibanderol mulai dari ¥4.799 atau Rp.

Dilansir dari Gizmochina, Rabu (4/11/2026), seperti kebanyakan ponsel seri Ace, kedua perangkat ini dirancang untuk kebutuhan bermain gim (gaming). Keduanya dilengkapi layar 6,78 inci dengan *refresh rate* 185Hz, baterai berkapasitas 9000mAh dengan pengisian daya 100W, serta kipas kecil di dalam bodi yang berfungsi mengalirkan udara ke arah cip dan panel bagian belakang. Perbedaan utama antara keduanya terletak pada aspek prosesor dan kamera.

Perbedaan antara Ace 7 dan Ace 7 Pro
OnePlus Ace 7 ditenagai oleh cip seri Snapdragon 8 Elite Gen 5 V, sementara OnePlus Ace 7 Pro menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 versi lengkap.

Untuk sektor kamera, kedua model mengusung sensor utama 200MP. Pada model Ace 7 Pro, terdapat lensa telefoto periskop 50MP dengan kemampuan “optical zoom” 3,5x. Sementara itu, Ace 7 tidak dilengkapi lensa telefoto, melainkan memiliki sensor ultrawide 8MP. Versi Pro juga mampu merekam video 4K pada 120fps dan 8K pada 30fps, serta mendukung mode Log. Keduanya dilengkapi dengan kamera 16MP untuk swafoto.

Selain itu, kedua ponsel ini memiliki sebagian besar perangkat keras yang sama. Ini mencakup bingkai logam, sensor sidik jari ultrasonik 3D, speaker stereo simetris, motor linear sumbu-X, NFC, pemancar inframerah (IR blaster), serta sertifikasi ketahanan terhadap debu dan air dengan standar IP66, IP68, IP69, dan IP69K. Keduanya menjalankan ColorOS 17, yang menghadirkan fitur seperti Xiaobu Assistant, AI Tap, AI Notes, dan sistem navigasi yang disebut Fluid Cloud Fusion.

OnePlus menamai sistem pendingin pada Ace 7 dan Ace 7 Pro sebagai “Ice River dual-channel system”. Sistem ini menggunakan dua jalur aliran udara: satu diarahkan langsung ke cip, sementara jalur lainnya diarahkan ke penutup bagian belakang agar bodi ponsel terasa lebih sejuk saat digenggam. Berbeda dengan Ace 6 yang tidak memiliki pendingin aktif, seri ini menjadi ponsel Ace pertama yang dilengkapi dengan kipas. Menurut OnePlus, sistem ini mampu menurunkan suhu cip hingga 10°C setelah satu jam memainkan “Peacekeeper Elite” pada 185fps.

Di bagian dalam, terdapat komponen sirip pendingin bergaya menara yang memperluas area kontak panas cip dengan aliran udara, ditambah dengan “vapor chamber” datar yang berukuran besar. Kipas yang digunakan memiliki desain baru yang diklaim lebih senyap, mampu mengalirkan lebih banyak udara, serta memiliki ketahanan terhadap debu yang melampaui standar nasional. Tersedia pula sensor suhu berbasis AI yang berfungsi memprediksi perubahan suhu dan menyesuaikan kinerja kipas secara otomatis.

Komponen kipas pendingin internal dan penyerap panas di dalam ponsel pintar OnePlus Ace 7.
Kedua ponsel ini juga dilengkapi dengan cip khusus “esports” dari OnePlus, yang masing-masing menangani aspek berbeda dalam pengalaman bermain gim. Chip sentuh T3 diklaim mampu mengurangi latensi usapan (swipe) sebesar 80% dan latensi ketukan (tap) sebesar 43%, sementara giroskopnya mendukung tingkat pengambilan sampel (sampling rate) hingga 800Hz saat bermain gim. Selain itu, terdapat chip jaringan G3 terpisah yang berfungsi mengurangi jeda (lag) saat bermain daring, serta chip layar P4 yang menangani tugas-tugas terkait tampilan layar.

Layarnya menggunakan panel berukuran 6,78 inci dengan resolusi 2772 x 1272. Layar ini dapat berjalan pada kecepatan 185Hz untuk gim yang mendukung, sementara kecepatan penyegaran (refresh rate) di seluruh sistem mencapai hingga 165Hz. Spesifikasi ini serupa dengan OnePlus 16, meskipun OnePlus Ace 6 tahun lalu hanya terbatas pada 165Hz. OnePlus juga menyertakan fitur pelindung mata yang lebih baru untuk penggunaan dalam durasi lama.

Kedua model dibekali baterai berkapasitas 9.000mAh dengan pengisian daya kabel 100W. Keduanya juga mendukung fitur “bypass charging”, yang mengalirkan daya langsung ke ponsel tanpa mengisi ulang baterai saat Anda sedang bermain gim.

Terdapat pula perbedaan pada sentuhan akhir bodinya. Ace 7 Pro memiliki bagian belakang berbahan kaca “frosted” dengan tekstur berlapis yang terinspirasi oleh embusan angin, sedangkan Ace 7 versi standar hadir dengan sentuhan gradasi warna merah dan emas pada kaca yang diproses dengan teknik “sandblasting”; tersedia pula dalam pilihan warna Midnight Black dan putih.

Harga dan Ketersediaan OnePlus Ace 7 dan Ace 7 Pro
Di China, OnePlus Ace 7 dibanderol mulai dari ¥4.399 atau Rp11,9 jutaan, sementara Ace 7 Pro dijual seharga ¥4.799 atau Rp13 jutaan untuk model dasar. Berikut adalah daftar harga untuk setiap konfigurasi yang tersedia:

– OnePlus Ace 7 12GB + 256GB ¥4.399 atau Rp11,9 jutaan
– OnePlus Ace 7 16GB + 256GB ¥4.899 atau Rp13,3 jutaan
– OnePlus Ace 7 12GB + 512GB ¥5.199 atau Rp14,1 jutaan
– OnePlus Ace 7 16GB + 512GB ¥5.699 atau Rp15,5 jutaan

– OnePlus Ace 7 Pro 12GB + 256GB ¥4.799 atau Rp13 jutaan
– OnePlus Ace 7 Pro 16GB + 256GB ¥5.299 atau Rp14,4 jutaan
– OnePlus Ace 7 Pro 12GB + 512GB ¥5.599 atau Rp15,2 jutaan
– OnePlus Ace 7 Pro 16GB + 512GB ¥5.999 atau Rp16,3 jutaan
-OnePlus Ace 7 Pro 16GB + 1TB ¥7.299 atau Rp19,8 jutaan

Seri Ace biasanya hanya tersedia di China. Mengingat OnePlus telah menarik diri dari pasar Amerika Serikat dan Eropa tahun ini, peluncuran resmi di wilayah-wilayah tersebut tampaknya tidak mungkin terjadi. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar