Niat dan Tata Cara Shalat Istisqa untuk Meminta Turun Hujan

Tata cara shalat istisqa. (Foto: katadata)

Sukoharjonews.com – Musim kemarau dan cuaca panas ekstrem tak kunjung usai di Indonesia. Umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan shalat istisqa untuk meminta turun hujan kepada Allah SWT. Ini niat dan tata caranya. Shalat istisqa berasal dari kata Al-Istiqa artinya meminta curahan air penghidupan (thalab al-saqaya). Shalat ini hukumnya sunah muakkadah atau sunah yang sangat dianjurkan.

Dikutip dari Kemenag, pada Kamis (21/12/2023), berikut tata cara shalat istisqa:

1. Berpuasa selama 3 (tiga) hari;

2. Pada hari ke empat seluruh masyarakat berkumpul di lapangan pada waktu pagi (sama seperti waktu salat idul fitri/idul adha) untuk melaksanakan salat berjamaah;

3. Berniat membaca niat salat meminta hujan (shalat istisqa) yaitu:

أُصَلِّي سُنَّةَ الإِسْتِسْقَاءِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا/مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى

4. Pelaksanaan salat sama dengan salat idul fitri/idul adha yang mana sesudah takbiratul ihram, melakukan takbir 7 kali pada rakaat pertama, dan 5 kali takbir pada rakaat kedua dan dilanjutkan dengan rukuk, sujud hingga duduk tahiyyat kemudian salam;

5. Khatib menyampaikan khutbah dan didengarkan oleh jamaah yang hadir.

Khutbah shalat istisqa terdiri dari dua khutbah yang disampaikan khatib dengan cara berdiri dan sekali duduk di antara kedua khutbah. Rukun khutbah dan tata caranya dalam salat istisqa sama dengan yang dilakukan khatib salat id; membaca takbir 9 kali pada khutbah pertama dan takbir 7 kali pada khutbah kedua.

Dalam materi khutbah dianjurkan khatib mengajak umat Islam untuk bertaubat, meminta ampun atas segala dosa, serta memperbanyak istighfar dengan harapan Allah SWT mengabulkan apa yang menjadi kebutuhan umat Islam dan makhluk hidup lainnya pada saat kemarau panjang.(cita septa)

Tinggalkan Komentar