Sukoharjonews.com (Boyolali) – Musim hujan ternyata berpengaruh pada penjualan empon-empon atau bahan baku untuk minuman tradisional. Hal tersebut dialami oleh pelaku usaha empon-empon di Desa Rembun, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali yang mengalami penurunan penjualan di musim hujan seperti saat ini.
Dilansir dari laman Pemkab Boyolali, salah satu pemilik usaha empon empon Desa Rembun, Suwarno, mengaku usaha tersebut dia geluti 1980 hingga sekarang. Suwarno mengatakan jika saat ini penjualan empon-empon mengalami penurunan karena datangnta musim hujan.
“Agak turun sedikit karena ada kadar air pada bahan empon-empon. Tapi nanti pada bulan ke tujuh akan mengalami kenaikan permintaan seiring datangnya musim kemarau,” ujarnya.
Saat musim penghujan ini, ujarnya, permintaan empon empon menurun. Selama ini bahan baku jamu jenis empon-empon ikut mempengaruhi permintaan dari negara tetangga seperti Hongkong. Untuk saat ini, bahan baku dari lokalan, seperti Surabaya, Lamongan dan daerah lain di Jawa Timur.
“Untuk bahan baku lainnya seperti jahe, kencur dapat didatangkan dari wilayah Simo, Andong, Nogosari Boyolali dan dicari yang kualitasnya bagus. Sedangkan jahe merah didatangkan dari wilayah Sumatera, Pacitan, Ponorogo dan Wonogiri,” terangnya.
Suwarno mengatakan, saat ini permintaan terbanyak adalah kayu secang, jinten hitam, jahe dan manis jangan. Permintaan ini datang dari wilayah Jakarta, Semarang, Surabaya dan kota kota besar lainnya di Indonesia.
“Kalau bahan bahan baku ini seperti jahe, kayu secang, jinten hitam ini hampir seminggu sekali dan paling lama dua minggu sekali pengiriman barang ke sejumlah pabrik jamu di wilayah Indonesia,” ujar Suwarno.
Disinggung soal pengiriman empon-empon, Suwarno mengaku setiap minggu rata-rata dapat mengeluarkan bahan baku empon-empon sekitar 20 sampai 30 ton. Untuk harga empon-empon sendiri bervariasi dimana untuk kapulogo perkilo Rp45 ribu, secang Rp25 ribu, dan jahe Rp47 ribu.
Lebih lanjut, Suwarno mengatakan, kondisi musim hujan saat ini dapat mempengaruhi pola penjemuran pada empon-empon. Selain itu, dimasa penghujan tahun ini juga mempengarui bahan baku yang didatangkan dari para petani. (nano)
Tinggalkan Komentar