Mudik dengan EV Kian Diminati, Transaksi SPKLU PLN Cetak Rekor Tertinggi 18.088 Kali pada H+2 Idulfitri 1447 H

banner 468x60
Pelanggan saat melakukan pengisian daya kendaraan listrik di SPKLU Kantor PLN Unit Induk Distribusi Lampung. (Foto: Dok. PLN)

Sukoharjonews.com (Jakarta) – Mudik Lebaran menggunakan kendaraan listrik makin diminati. Terbukti, PT PLN (Persero) mencatat rekor tertinggi transaksi harian penggunaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sepanjang sejarah. Lonjakan ini terjadi pada Senin (23/3), yang bertepatan dengan periode mudik atau H+2 Idulfitri 1447 Hijriah.

Pada hari tersebut, jumlah transaksi pengisian kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) mencapai 18.088 kali dengan konsumsi energi sebesar 427.980 kilowatt hour (kWh). Angka ini melonjak signifikan, yakni 4,15 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatat 4.360 transaksi dan 103.010 kWh.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa tingginya angka transaksi harian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap keandalan infrastruktur kendaraan listrik yang disediakan PLN bersama mitra, terutama selama momentum mudik Idulfitri.

“Lebih dari sekadar angka, capaian ini menunjukkan bahwa strategi pengembangan SPKLU baik dari sisi kuantitas, teknologi, maupun integrasi layanan digital, mendorong meningkatnya kepercayaan masyarakat dalam menggunakan kendaraan listrik, termasuk untuk perjalanan jarak jauh,” ujar Darmawan.

Seiring meningkatnya adopsi EV di Tanah Air, PLN bersama mitra telah menyediakan 4.769 unit SPKLU yang tersebar di 3.097 titik di seluruh Indonesia, dengan jarak antar SPKLU rata-rata sekitar 22 kilometer.

Khusus di jalur mudik utama Trans Sumatra, Jawa, dan Bali, tersedia 1.681 unit SPKLU di 994 titik, baik di jalur tol maupun non-tol. Jumlah ini meningkat sekitar 70 persen dibandingkan periode Idulfitri tahun sebelumnya.

“Kami juga menyiagakan 15 unit SPKLU Mobile di titik-titik strategis exit tol untuk mengantisipasi pengguna EV yang membutuhkan pengisian daya darurat.

“Ribuan personel juga kami terjunkan untuk mendukung kelancaran operasional SPKLU selama periode siaga,” tambah Darmawan.

Tak hanya menambah jumlah infrastruktur, PLN juga meningkatkan kualitas layanan melalui modernisasi teknologi pengisian daya. Sejumlah SPKLU dengan tingkat okupansi tinggi telah ditingkatkan dari standard charging menjadi fast charging hingga ultra fast charging guna mempercepat proses pengisian.

“Upaya peningkatan kualitas layanan ini juga diiringi dengan penguatan ekosistem layanan digital, melalui fitur Electric Vehicle Digital Services (EVDS) di aplikasi PLN Mobile,” ucapnya.

PLN juga menghadirkan berbagai kemudahan digital melalui aplikasi PLN Mobile. Fitur Trip Planner membantu pengguna merencanakan rute perjalanan dengan informasi lokasi SPKLU beserta ketersediaan konektor. Selain itu, fitur AntreEV memungkinkan pengguna memantau antrean pengisian daya secara real time.

“Kemudahan transaksi juga terus kami tingkatkan melalui pengembangan EV-TAP, yang menggunakan pembayaran berbasis kartu elektronik di sejumlah SPKLU di jalur mudik Trans Jawa, sehingga proses pengisian daya menjadi lebih cepat dan praktis,” tutup Darmawan. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *