Mitos Umum Tentang Serat yang Harus Anda Hentikan Percayai

Mitos tentang serat.(Foto: harvard health)

Sukoharjonews.com – Serat merupakan bagian penting dari setiap pola makan seimbang, tetapi ada banyak kesalahpahaman seputar hal tersebut. Mulai dari menganggap semua serat sama hingga meyakini bahwa lebih banyak serat selalu berarti kesehatan yang lebih baik, mudah untuk mempercayai mitos-mitos umum. Namun kenyataannya, serat memainkan peran penting dalam mendukung segala hal mulai dari pencernaan hingga kesehatan jantung, dan tidak semua serat bekerja dengan cara yang sama. Jadi, jika Anda pernah bertanya-tanya apakah Anda telah mengonsumsi jumlah atau jenis serat yang tepat, Anda tidak sendirian.

Dikutip dari NDTV Food, pada Minggu (20/4/2025) berikut mitos tentang serat yang tak boleh Anda percyai lagi:

1. Semua Serat Diciptakan Sama
Kesalahpahaman yang umum adalah bahwa semua serat itu sama. Kenyataannya, serat diklasifikasikan menjadi dua kategori: serat larut dan serat tidak larut. Serat larut larut dalam air dan memperlambat pencernaan, sedangkan serat tidak larut menambah jumlah serat dan mempercepat gerakan usus. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The Lancet menemukan bahwa asupan berbagai jenis serat makanan yang lebih tinggi dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung, yang menyoroti pentingnya memasukkan campuran serat dalam makanan Anda.

2. Serat Menyebabkan Masalah Pencernaan
Meskipun peningkatan serat secara tiba-tiba dapat menyebabkan gas sementara atau kembung , serat sebenarnya meningkatkan kesehatan pencernaan jangka panjang. Bila diperkenalkan secara bertahap, serat mendukung keteraturan usus dan memelihara bakteri usus yang bermanfaat. Sebuah uji coba terkontrol acak dalam The American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa serat bertindak sebagai prebiotik dan meningkatkan keragaman mikrobiota usus.

3. Lebih Banyak Serat Selalu Lebih Baik
Apakah menurut Anda mengonsumsi serat berlebih baik untuk kesehatan? Ternyata tidak. Faktanya, mengonsumsi terlalu banyak serat dapat menyebabkan masalah seperti kembung, gas, dan sembelit. Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) merekomendasikan 25-38 gram serat makanan per hari, tergantung pada usia dan jenis kelamin. Jadi, jika Anda mengonsumsi terlalu banyak, pertimbangkan untuk menyesuaikan asupan Anda untuk mendapatkan hasil terbaik.

4. Anda Tidak Membutuhkan Serat Jika Tidak Sehat
Serat merupakan hal yang wajib ada dalam pola makan Anda, bahkan jika Anda sehat. Sebuah meta-analisis yang diterbitkan dalam British Medical Journal menemukan hubungan yang kuat antara asupan serat makanan dan penurunan risiko kejadian kardiovaskular dan kematian karena sebab apa pun, bahkan di antara individu yang sehat. Pastikan untuk memasukkan serat dalam pola makan Anda setiap hari.

5. Suplemen Serat Cocok untuk Semua Orang
Suplemen serat dapat bermanfaat, tetapi tidak cocok untuk semua orang. Suplemen ini sering kali kekurangan zat gizi mikro yang ada dalam makanan utuh dan mungkin tidak menawarkan manfaat metabolisme yang sama. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of Nutrition, yang membandingkan suplemen serat dengan makanan utuh, sumber serat dari makanan utuh lebih efektif dalam meningkatkan kontrol glikemik dan profil lipid. Hal ini menunjukkan bahwa suplemen tidak boleh menggantikan serat makanan dari makanan.(cita septa)

Tinggalkan Komentar