Mitos-mitos Saat Menstruasi yang Wajib Anda Ketahui

Mitos-mitos tentang menstruasi. (Foto: Metropolis Healthcare)

Sukoharjonews.com – Siklus menstruasi merupakan proses normal yang terjadi pada setiap wanita, mulai dari pubertas hingga menopause. Siklus ini biasanya terjadi sekitar 28 hari, tetapi dapat bervariasi pada beberapa wanita karena berbagai faktor penyebab.

Meskipun menstruasi adalah sebuah proses biologis yang normal dan penting, namun masih banyak kesalahpahaman, kebingungan, dan mitos seputar haid. Oleh karena itu, mengutip dari GridHealth, Senin (30/1/2023) berikut mitos mengenai menstruasi yang perlu Anda ketahui:

1. Saat Menstruasi Tidak Akan Hamil
Saat menstruasi tidak akan hamil merupakan pernyataan yang tidak sepenuhnya dianggap benar, karena seorang wanita mungkin saja untuk hamil saat menstruasi terlebih jika memiliki siklus menstruasi yang pendek. Jika seorang wanita sudah kembali memulai hubungan seksual menjelang periode menstruasi berakhir, diikuti dengan proses ovulasi, maka tidak menutup kemungkinan sperma bertahan dan menyebabkan kehamilan.

2. Dilarang Keramas
Saat menstruasi dilarang keramas mungkin menjadi salah satu kalimat yang paling didengar oleh wanita, membuat wanita menjadi khawatir untuk melakukannya, karena begitu kuatnya sebuah kepercayaan ini. Jika dilihat berdasarkan data, belum ada penelitian lebih jauh mengenai larangan dan mitos ini, karena pada dasarnya jika seorang wanita sedang dalam tahap menstruasi, mandi dengan air hangat justru memberikan perasaan tenang dan membantu mengatasi kram ataupun nyeri yang dirasakan saat menstruasi.

3. Menstruasi adalah Proses Keluarnya Darah Kotor
Mitos yang paling umum dikaitkan dengan menstruasi adalah menstruasi dianggap sebagai proses dari dikeluarkannya darah kotor, seringkali anggapan ini muncul karena warna darah yang tidak sesegar darah lainnya dalam tubuh. Padahal warna merah muda hingga coklat tua yang biasanya keluar pada saat menstruasi merupakan proses oksidasi antara darah dan oksigen yang saling bereaksi, dan faktanya darah yang keluar pada saat menstruasi bukan hanya sekedar darah melainkan terdapat jaringan ekstra dari lapisan rahim dan sisa-sisa sel telur yang tidak dibuahi.

4. Saat Menstruasi, Tidak Boleh Berolahraga
Mitos selanjutnya mengenai menstruasi adalah dilarang berolahraga selama periode menstruasi, hal ini dianggap sebagai sebuah mitos, karena tidak ada bukti ilmiah efek samping dari seorang wanita tetap berolahraga saat menstruasi. Disarankan jika tetap ingin berolahraga saat menstruasi, pilihlah olahraga yang tidak terlalu berat menghindari rasa nyeri dan carilah olahraga yang bisa meredakan rasa kram, seperti berjalan santai dan yoga.

5. Penggunaan Tampon pada Saat Menstruasi Akan Kehilangan Keperawanan
Mitos lainnya seputar menstruasi pada wanita adalah terkait penggunaan tampon yang dikhawatirkan dapat menyebabkan seorang wanita kehilangan keperawanan, namun ternyata berdasarkan hasil pengamatan penggunaan tampon tidak akan membuat seorang wanita kehilangan keperawanannya. Akan tetapi benar adanya jika penggunaan tampon saat menstruasi akan sedikit merobek selaput dara wanita karena selaput dara akan meregang selama menampung darah, namun keperawanan wanita tidak hanya sebatas sobeknya selaput dara dan jauh dari selaput dara.

6. PMS Hanya Ilusi Wanita
PMS atau dikenal dengan premenstrual syndrome adalah gejala awal yang dialami oleh seorang wanita saat akan mengalami menstruasi. Faktanya, PMS bukanlah ilusi wanita, karena ini adalah sebuah sindrom yang nyata dan dapat diidentifikasi gejalanya, di mana ada wanita yang menyadari mengalami berbagai gejala PMS, seperti kembung, sakit kepala, perubahan suasana hati, stres, depresi, kelelahan, kram, dan gejala lainnya. Ini semua karena PMS berhubungan dengan perubahan hormon selama siklus bulanan wanita dan umumnya gejala ini akan dirasakan 4 hari sebelum menstruasi dan mulai berkurang 2-3 hari setelah menstruasi dimulai. (cita septa/mg)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar