Merasa Warna Urine Anda Tidak Normal? Simak Warna Urine yang Perlu Diwaspadai Berikut

Warna urine yang perlu diwaspadai. (Foto: York ie fuel)

Sukoharjonews.com – Sering kali kita dikhawatirkan dengan warna urine yang berubah. Terkadang kuning, putih, sampai oranye. Urine sendiri merupakan cairan limbah yang diproduksi oleh ginjal dan dikeluarkan melalui saluran kemih.

Dikutip dari Siloam Hospital, pada Selasa (11/4/2023), urine terdiri dari berbagai macam zat, mulai dari air, elektrolit, serta limbah penyaringan oleh ginjal. Sementara itu, warna urine berasal dari berbagai asupan yang dikonsumsi seseorang. Berikut adalah penjelasan mengenai macam-macam warna urine yang patut Anda waspadai:

1. Bening/Transparan
Bening/transparan juga menjadi salah satu ciri warna urine yang sehat. Warna ini menandakan bahwa tubuh mendapatkan asupan cairan lebih banyak dari rekomendasi kebutuhan cairan tubuh harian. Hal ini terbilang ideal karena berarti tubuh terhidrasi dengan baik.
Meski begitu, Anda sebaiknya tidak mengonsumsi air secara berlebihan untuk mendapatkan warna urine bening/transparan. Pasalnya, warna urine bening dapat mengurangi kadar garam dan elektrolit yang dibutuhkan tubuh. Sebaiknya, minum air kurang lebih dua liter setiap harinya.

2. Kuning Pucat atau Tua
Kuning pucat atau kuning tua menunjukkan warna urine yang sehat dan normal, hal ini menandakan bahwa hidrasi tubuh terjaga dengan baik. Secara umum, urine memang berwarna kuning karena dipengaruhi oleh urochrome/urobilin, yaitu pigmen yang dihasilkan dari pemecahan sel darah oleh organ hati dan dibuang melalui urine.. Selain itu, warna kuning pada urine juga bisa disebabkan oleh kadar vitamin B yang tinggi dalam tubuh.

3. Kuning Gelap
Pada beberapa kasus, warna urine kuning gelap atau pekat menandakan kondisi dehidrasi ringan. Jika mengalami kondisi ini, sebaiknya segera tambah asupan cairan tubuh agar warna urine kembali normal secara perlahan.

4. Oranye
Warna urine oranye sebenarnya menandakan bahwa tubuh mengalami dehidrasi, sehingga tergolong sebagai warna urine yang abnormal. Meski begitu, urine berwarna oranye bisa juga dipengaruhi oleh konsumsi makanan atau obat-obatan tertentu, seperti obat pencahar dan peradangan. Kondisi ini juga bisa menandakan adanya gangguan pada hati atau saluran empedu, terutama jika disertai feses berwarna terang.

5. Kemerahan
Warna kemerahan pada urine, terutama yang disertai dengan timbulnya rasa nyeri dan munculnya darah, perlu diwaspadai karena bisa menjadi salah satu gejala gangguan sistem urinaria, seperti pembesaran prostat, batu ginjal, dan tumor di kandung kemih atau ginjal. Namun, kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan apabila warna merah tersebut disebabkan oleh makanan yang Anda konsumsi, seperti buah naga, buah bit, dan buah berry. Sebab buah-buahan tersebut dapat membuat urine berwarna kemerahan. Sementara itu, sejumlah obat yang berpengaruh pada warna kemerahan pada urine adalah obat antibiotik untuk tuberkulosis atau obat pencahar.

6. Cokelat
Apabila warna urine sudah berubah menjadi cokelat, maka tandanya tubuh sedang mengalami dehidrasi berat. Selain dehidrasi, warna cokelat juga disebabkan oleh obat-obatan atau makanan, seperti kacang fava dan lidah buaya. Meski begitu, urine cokelat juga perlu diwaspadai sebagai salah satu tanda dari beberapa kondisi medis berikut ini:
● Infeksi saluran kemih.
● Gangguan organ hati dan ginjal.
● Penumpukan bahan kimia yang menyebabkan urine berkarat (porfiria).

7. Keruh
Urine berwarna keruh sering kali menandakan adanya masalah kesehatan, seperti infeksi saluran kemih, gangguan ginjal, gejala penyakit kronis, atau gejala dehidrasi. Pada wanita yang sedang hamil, urine keruh perlu segera dikonsultasikan pada dokter karena bisa menandakanan adanya gangguan kehamilan, salah satunya preeklamsia. (cita septa)

Tinggalkan Komentar