
Sukoharjonews.com – Terminal LPG Tanjung Sekong di Kota Cilegon, Provinsi Banten merupakan salah satu infrastruktur vital penyimpanan energi nasional. Terminal tersebut dikelola oleh PT Pertamina Energy Terminal (PET), Subholding Integrated Marine Logistics (IML). Terminal ini berkontribusi sekitar 40% terhadap total kebutuhan LPG di Indonesia, menjadikannya fasilitas strategis dalam menjaga pasokan energi bagi masyarakat.
Beroperasi sejak 2012, Terminal LPG Tanjung Sekong mengalami peningkatan kapasitas dan fungsi pada 2020 dengan menjadi Terminal LPG Refrigerated. Sejak saat itu, terminal ini memegang peranan penting dalam memastikan ketersediaan energi, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun sektor industri di seluruh Tanah Air.
Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, menegaskan pentingnya posisi Terminal LPG Tanjung Sekong dalam menjaga ketahanan energi nasional.
“Terminal ini memikul tanggung jawab besar dalam memastikan pasokan energi tetap aman dan berkelanjutan untuk kebermanfaatan masyarakat, khususnya kebutuhan LPG yang digunakan setiap hari di rumah tangga,” ujar Arya, dikutip dari laman KabarBUMN, Jumat (24/10/2025).
Arya juga menyampaikan apresiasinya terhadap penerapan protokol Health, Safety, Security, Environment (HSSE) yang ketat di area kerja, serta berbagai upaya edukasi yang dilakukan kepada masyarakat sekitar mengenai pentingnya keselamatan energi.
“Para Perwira di Tanjung Sekong tidak hanya fokus pada operasi, tetapi juga aktif berinteraksi dan berbagi pengetahuan keselamatan dengan masyarakat sekitar,” tambah Arya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pertamina Energy Terminal, Bayu Prostiyono, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus memperkuat penerapan aspek HSSE dan ESG (Environmental, Social, and Governance) dalam seluruh kegiatan operasional.
“Sebagai fasilitas vital nasional, kami memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai standar keselamatan internasional dan prinsip keberlanjutan,” ujar Bayu.
Sebagai bagian dari komitmen Pertamina dalam mencapai target Net Zero Emission (NZE) 2060, serta mewujudkan aspirasi menjadi world class green terminal, Terminal LPG Tanjung Sekong terus mengimplementasikan berbagai inovasi ramah lingkungan dan pemanfaatan energi terbarukan di seluruh lini operasinya.
“Sejak Desember 2023, terminal ini telah menggunakan Renewable Energy Certificate (REC), sinergi BUMN.
“Selain itu, On-Grid Solar System berkapasitas 85,5 kWp berhasil mereduksi 16,61 ton CO₂ sepanjang tahun 2023,” tambah Bayu.
Konsistensi dalam penerapan prinsip ESG dan upaya pemberdayaan masyarakat sekitar juga berbuah manis.
Terminal LPG Tanjung Sekong berhasil meraih Proper Hijau pada 2021, Proper Biru di 2022, serta kembali memperoleh Proper Hijau pada 2023 dan 2024 — sebuah bukti nyata komitmen PET dalam menjaga keberlanjutan dan tanggung jawab sosial di sektor energi nasional. (nano)















Facebook Comments