Mengharukan, Prosesi Ijab Kabul Pasangan Tunarungu di Cemani Ini

Pasangan tunarungu Oktaviany Wulansari dan Bagus Tri Dea Putra saat ijab kabul di Masjid Al Fattah Cemani, Grogol, Sukoharjo, Jumat (24/8).

Sukoharjonews.com (Grogol) – Pasangan Oktaviany Wulansari, 26, dan Bagus Tri Dea Putra, 24, baru saja melangsungkan pernikahan. Tidak bayak yang beda dengan pernikahan-pernikahan yang ada selama ini. Namun, pernikahan ini menjadi perhatian khalayak. Pasalnya, pasangan yang menikah ini merupakan penyandang tunarungu. Saat ijab kabul, Jumat (24/8), prosesi harus didampingi dengan seorang penerjemah bahasa isyarat. Mengharukan!


Ijab kabul sendiri dilakukan di Masjid Al Fattah Jalan Jati Baru, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Sukoharjo. Saat ijab kabul, Okta terlihat mengenakan kebaya putih sedangkan Bagus mengenakan jas hitam. Sebelum ijab, sesekali Okta berkomunikasi dengan kerabatnya dengan bahasa isyarat. Ketika kerabatnya mengangkat hanphone, dia mengangguk tanda setuju untuk diambil gambarnya.

Sekitar pukul 08.00 WIB, penghulu datang dalan langsung dilakukan proses ijab kabul. Selama penjelasan tata cara ijab dari penghulu, Bagus dan Okta memandangi penerjemah mereka yakni Muhammad Biasafil Setyanugraha. Mereka saling berkomunikasi dengan bahasa isyarat. Saat Kepala KUA Grogol Thoha menanyakan sudah mengerti atau belum dengan penjelasanya, Bagus lantas mengangguk.

Selama ijab, Bagus terlihat tegang dan serius memperhatikan tangan penerjemah. Setelah, sampai pada gilirannya Bagus lalu mengucapkan ijab kabul. Walaupun kata yang dia ucapkan tidak jelas, namun usai mengucapkan kalimat ijab kabul banyak kerabat yang menangis terharu. Usai ijab kabul, Okta megaku senang dengan sudah sahnya hubungan mereka. Okta sendiri tercatat pernah menjadi Putri Tunarungu Indonesia 2012.

Okta mengaku bertemu Bagus saat magang di Bekasi. Setelah satu tahun melakukan pendekatan Bagus lalu memutuskan melamarnya. ”Hubungan kami tidak melalui pacaran, tapi langsung dilamar dan menikah,” papar Okta seperti yang diterjemahkan Muhammad Biasafil Setyanugraha.

Hal senada diungkapkan Bagus. Selama ini, hubungannya berjalan normal dan menjalin komunikasi melalui Whatsapp maupun Instagram. Merasa cocok dengan Okta, dirinya lantas memutuskan untuk melamar Okta. tersebut. Bagus sendiri sudah bekerja sebagai guru di sebuah sekolah di Bekasi. Ditanya soal momongan, keduanya tersenyum. Mereka menjelaskan ingin memiliki lima anak. Namun, semua itu dikembalikan pada Allah SWT.

Sedangkan Kepala KUA Kecamatan Grogol, Thoha mengaku selama ini pihaknya sudah dua kali menikahkan pasangan tunarungu di KUA Kecamatan Grogol. Thoha mengatakan, pernihakan tersebut sudah didampingi penerjemah sehingga kedua mempelai sudah paham dengan apa yang dia jelaskan. Thoha mengaku pernikahan tersebut sudah sah secara agama dan pemerintah. (erlano putra)


Erlano Putra:
Tinggalkan Komentar