Tak Berkategori  

Mengendalikan Amarah Menurut Imam Ghazali

banner 468x60
Cara meredakan amarah. (Foto: sarung atlas)

Sukoharjonews.com – Kondisi seorang yang mudah marah, dalam kajian psikologi dikenal dengan istilah iritabilitas. Ini merujuk pada kondisi psikologis yang ditandai oleh ketidakmampuan seseorang untuk mengontrol atau mengelola perasaan marah dengan tepat. Orang yang mengalami iritabilitas cenderung merasakan marah secara berlebihan dan mudah terpicu dan melakukan reaksi emosional yang kuat. Fenomena ini dapat memiliki dampak negatif pada hubungan sosial, kesejahteraan pribadi, dan kesehatan fisik.


Lebih lanjut, iritabilitas juga dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk berpikir jernih dan membuat keputusan rasional. Sejatinya, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan iritabilitas, antara lain beban stres kronis. Stress dapat merusak keseimbangan emosi seseorang, membuat mereka lebih rentan terhadap reaksi marah yang berlebihan.

Dikutip dari Bincang Syariah, pada Jumat (8/3/2024), Imam Al-Ghazali dalam karyanya Sulwatul Arifin Juz 2, halaman 88, memberi tips atau cara untuk meredam emosi atau kemarahan. Menurut penuturannya, ada dua hal yang dapat meredam emosi atau kemarahan, yaitu, dengan ilmu dan amal.

Cara yang pertama, dengan ilmu, yaitu, dengan memikirkan keutamaan atau fadhilah orang-orang yang dapat menahan emosi atau kemarahan. Dan juga merasa takut akan siksaan Allah dengan mengucapkan kalimat:

قدرة الله أعظم من قدرتي على هذ الإنسان

Artinya: “Kuasa Allah itu lebih besar dibandingkan dengan kuasaku atas orang ini”.


Sedangkan cara yang kedua untuk menahan emosi atau kemarahan, yaitu, dengan amal. Cara yang kedua ini Imam Al-Ghazali menyarankan untuk membaca doa berikut:

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم، اللهم اغفر لي ذنبي، وأذهب غيظ قلبي، وأجرني من فى مضلات الفتن

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk, Ya Allah ampuni dosaku, hilangkan kemarahan hatiku, dan selamatkan aku dari berbagai kesesatan fitnah”.

Tips Mengendalikan Emosi dari Imam Al-Ghazali
Selanjutnya Imam Al-Ghazali membagi emosi atau kemarahan atas tiga bagian. Adapun rincian dari tiga bagian tersebut sebagai berikut:

Pertama, kemarahan yang merugikan semua orang. Misalnya, ia bermaksud jahat kepada orang lain dengan tujuan ingin memukul, melukainya, menelanjanginya dengan mencopot pakaiannya, dan mengusir dari tempat tinggalnya. Atau menumpahkan air minum untuk menghilangkan dahaganya. Hal tersebut adalah kerugian yang membuat semua orang menjadi marah.

Kedua, kemarahan yang tidak merugikan siapapun. Contohnya, Ia mempunyai rasa gengsi, harta yang banyak, pelayan, dan tunggangan yang bagus, dan mempunyai beberapa rumah, akan tetapi sebagian rumahnya dirobohkan oleh orang jahat atau penindas, terkadang ia tidak marah karena ia tidak begitu memerlukan rumah tersebut. Walaupun ia marah, marahnya tidak membahayakan orang lain karena ia sudah memiliki harta yang banyak dan tidak begitu memperdulikan sebagian hartanya yang lenyap atau hilang.


Ketiga, kemarahan yang bermanfaat bagi seseorang dan tidak bagi sebagian orang lain. Seperti, membakar buku orang yang ahli mesin dan kerajinan. Ia pasti marah apabila bila karya tulisnya dibakar oleh orang lain. Marahnya tersebut sangatlah wajar, walaupun karyanya tersebut tidak memberi manfaat kepada orang yang tidak hobi dengan mesin dan kerajinan.

Demikian penjelasan terkait tips mengendalikan emosi dari Imam Al-Ghazali. Wallahu A’lam Bissawab.(cita septa)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *