Mengenal Smiling Depression dan Cara Mengatasinya

Smiling Depression. (Foto: Pinterest)

Sukoharjonews.com – Depresi sering kali diasosiasikan dengan suasana hati yang suram dan kurangnya motivasi. Namun, ada bentuk depresi yang sulit dikenali karena seseorang yang mengalaminya tampak ceria dan bahagia di luar. Fenomena ini disebut smiling depression, yang berasal dari istilah dalam psikologi untuk menggambarkan individu dengan depresi yang menyembunyikan kondisi mereka di balik senyuman.

Apa Itu Smiling Depression?
Smiling depression adalah bentuk depresi yang unik karena tidak menunjukkan gejala-gejala khas seperti menarik diri dari interaksi sosial atau terlihat murung. Orang yang mengalaminya mungkin tampak baik-baik saja, tetap produktif, dan aktif secara sosial, tetapi sebenarnya mereka merasa hancur di dalam.

Dikutip dari sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Psychological Medicine, Senin (25/11/2024) smiling depression termasuk dalam kategori atypical depression, di mana penderita mungkin masih dapat merasa bahagia sesaat tetapi tetap memiliki suasana hati yang depresif.

Penelitian dari Journal of Affective Disorders menyebutkan bahwa smiling depression sering kali terkait dengan perasaan tidak berharga, kecemasan, dan pemikiran negatif tentang diri sendiri. Kondisi ini sering sulit dideteksi oleh orang-orang di sekitarnya, termasuk tenaga profesional.

Tanda-Tanda Smiling Depression
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai pada individu dengan smiling depression meliputi:
Keceriaan palsu: Mereka sering tertawa dan tersenyum tetapi hanya sebagai mekanisme pertahanan.

Kelelahan emosional: Meskipun terlihat bahagia, mereka sering merasa lelah secara emosional.
Isolasi emosional: Sulit membuka diri tentang perasaan sebenarnya.
Pemikiran tentang kematian: Meski jarang terlihat, pemikiran ini mungkin hadir di dalam pikiran mereka.

Mengapa Smiling Depression Berbahaya?
Bahaya utama dari smiling depression adalah kemampuannya untuk tidak terdeteksi. Hal ini meningkatkan risiko terjadinya tindakan ekstrem seperti bunuh diri, karena penderita sering tidak mencari bantuan tepat waktu.

Menurut artikel dalam American Journal of Psychiatry, individu dengan smiling depression cenderung tidak menunjukkan tanda-tanda peringatan yang jelas, sehingga orang-orang terdekat mereka tidak menyadari bahwa mereka membutuhkan dukungan.

Cara Mengatasi Smiling Depression
Meskipun smiling depression adalah tantangan besar, ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya:

Mengakui dan Mencari Bantuan
Langkah pertama adalah mengakui perasaan tersebut dan mencari bantuan profesional, seperti psikolog atau psikiater. Menurut Journal of Counseling Psychology, terapi kognitif perilaku (CBT) efektif dalam membantu individu memahami pola pikir negatif mereka dan menggantinya dengan pola pikir yang lebih sehat.

Membangun Dukungan Sosial
Dukungan dari keluarga dan teman sangat penting. Bicaralah dengan orang-orang terpercaya untuk membantu mengurangi beban emosional.

Olahraga dan Pola Hidup Sehat
Aktivitas fisik, seperti olahraga rutin, dapat meningkatkan kadar endorfin yang membantu mengurangi gejala depresi. Selain itu, menjaga pola makan yang seimbang juga memiliki dampak positif pada kesehatan mental.

Mindfulness dan Meditasi
Teknik mindfulness dan meditasi dapat membantu mengelola stres dan kecemasan. Studi dalam Mindfulness Journal menunjukkan bahwa praktik ini efektif dalam mengurangi gejala depresi.

Pengobatan Medis
Dalam beberapa kasus, antidepresan diresepkan untuk membantu mengelola gejala. Namun, ini harus dilakukan di bawah pengawasan dokter.

Smiling depression adalah bentuk depresi yang sulit dikenali tetapi memiliki dampak serius pada kesehatan mental. Mengenali tanda-tandanya dan mengambil langkah untuk mencari bantuan adalah kunci untuk mengatasinya. Jika Anda atau orang terdekat Anda menunjukkan tanda-tanda depresi, jangan ragu untuk mencari pertolongan profesional. Semakin dini ditangani, semakin besar peluang untuk pemulihan. (mg-02/nano)

Erlano Putra:
Tinggalkan Komentar