Sukoharjonews.com – Gendongan M Shape adalah metode menggendong bayi dengan posisi kaki direntangkan dan punggung berbentuk huruf C, meniru posisi alami bayi di dalam kandungan. Metode ini aman dan sesuai dengan standar internasional, cocok untuk bayi dari baru lahir hingga mulai berjalan. Gendongan ini bisa digunakan dengan gendongan berstruktur lembut (SSC) atau gendongan berbentuk M, yang lebih nyaman dan alami bagi bayi.
Di kutip dari Morulaivf, Rabu (20/11/2024), pastikan memilih gendongan yang sesuai untuk bayi baru lahir, terutama merek luar negeri yang biasanya dilengkapi bantalan untuk keamanan ekstra.
Cara membawa bentuk M
– Posisikan tubuh bayi menghadap dada orang tua.
– Bayi dalam posisi tegak dengan bokong lebih rendah dari lutut, yang membuat lutut terdorong ke atas membentuk huruf M.
– Pastikan panggul bayi berada di rongga gendongan
– Pastikan leher bayi berada pada posisi yang disangga kain dan tidak terlalu mendongak
– Posisi bayi, punggung agak ditekuk membentuk huruf C
Posisi menggendong berbentuk M ini wajar saja, seperti saat bayi masih dalam kandungan. Saat masih dalam kandungan, posisi lutut dan pinggul bayi ditekuk ke arah tubuh bayi. Pada saat yang sama, punggung bayi akan membentuk huruf C ke arah bayi.
Saat bayi lahir ke dunia, mereka biasanya belum bisa langsung meluruskan tubuhnya. Umumnya, mereka akan mempertahankan postur ini hingga beberapa saat hingga persendian bayi bisa lurus. Hal ini menjadikan gendongan berbentuk M sebagai salah satu posisi menggendong yang paling nyaman bagi bayi.
Manfaat sling bentuk M
Menggendong bayi dengan posisi M ternyata memiliki banyak manfaat. Beberapa manfaatnya antara lain:
1. Praktis dan mudah untuk bepergian
Salah satu manfaat yang bisa Anda rasakan dengan gendongan jari berbentuk M atau kain lainnya adalah memudahkan saat bepergian bersama si kecil. Anda tidak perlu membawa stroller untuk bepergian dengan cara gendong ini. Selain lebih praktis dan memudahkan orang tua untuk bergerak, si kecil juga akan lebih nyaman.
2. Lebih aman untuk bayi
Menggendong dengan posisi M membuat posisi bayi menempel di dada orang tua. Hal ini dapat melindungi bayi dari tangan orang yang ingin menyentuhnya. Dalam beberapa penelitian, bayi yang sering dipegang oleh tangan orang lain berisiko tinggi mengalami masalah kesehatan seperti demam dan flu akibat bakteri dan kuman yang menempel di tangannya. Namun, bayi akan lebih terlindungi dan tidak mudah terekspos dengan menggendong dengan posisi M.
3. Mampu membuat bayi tenang
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh “Potential Therapeutic Benefits of Babywearing”, saat bayi ingin disuntik dan pertama kali digendong dalam gendongan berbentuk M selama kurang lebih 15 menit, potensi menangisnya akan berkurang hingga 65 persen.
Bayi yang digendong dengan posisi M shape juga membuat tidurnya lebih lelap. Manfaat gendongan ini dapat menunjukkan peningkatan ketahanan terhadap stres dan perkembangan psikomotorik saat bayi berusia 12 bulan.
4. Baik untuk perkembangan kognitif dan sosial
Bayi yang digendong dalam posisi ini dapat melihat apa yang dilihat orang tuanya. Mereka juga dapat mendengar apa yang dikatakan orang tuanya dan secara keseluruhan akan lebih terlibat dalam kehidupan sehari-hari orang tuanya. Ini akan memungkinkan bayi untuk belajar lebih banyak dan berinteraksi dengan lingkungannya.
5. Dapat mengurangi risiko depresi pascapersalinan bagi ibu
Interaksi antara ibu dan bayi saat digendong dapat meningkatkan rasa percaya diri, membantu ibu meningkatkan kesejahteraan mental mereka secara keseluruhan.
Menggendong bayi dengan bentuk M juga memungkinkan ibu untuk mengatasi masalah isolasi sosial karena dapat memudahkan berjalan dan tetap aktif untuk bertemu banyak orang. Gendongan M shape bisa menjadi salah satu alternatif cara menggendong bayi yang paling aman dan terbukti memiliki banyak manfaat. (mg-01/nano)
Tinggalkan Komentar