Sukoharjonews.com – Pernahkah kamu mendengar istilah glass ceiling? Glass ceiling atau “langit-langit kaca” adalah istilah dari hambatan tak berwujud yang kerap dialami oleh perempuan dan kaum minoritas. Kondisi ini dapat membatasi bahkan mencegah perempuan dan kaum minoritas untuk mendapatkan kesempatan yang adil dan setara dalam memperoleh jabatan yang lebih senior, misalnya seperti posisi eksekutif.
Dilansir dari Business Insider, Senin (27/2/2023), ada ciri-ciri Glass Ceiling yang dapat kita ketahui, Rosalind M. Chow, profesor perilaku dan teori organisasi di Tepper School of Business di Carnegie Mellon University, mengatakan fenomena “langit-langit kaca” tampak saat perempuan lebih mudah masuk ke dalam organisasi di tingkat yang lebih rendah, tetapi saat naik ke tingkat yang lebih tinggi, jumlah mereka berkurang.
Glass ceiling pada dasarnya mengacu pada gagasan bahwa ada sesuatu yang menahan perempuan untuk masuk ke posisi kepemimpinan tersebut.Fenomena ini juga tampak pada lebih mudahnya pria untuk mendapatkan promosi serta gaji yang lebih besar daripada perempuan dan kaum minoritas, kendati keduanya memiliki latar belakang pendidikan, kemampuan, dan hasil kerja yang sama.
Cara Mengatasi Glass Ceiling di Dunia Kerja
1. Pahami dan Identifikasi
Pertama-tama, kamu perlu memahami dan mengidentifikasi faktor yang menyebabkan terjadinya glass ceiling di tempat kerja, siapa yang menjadi korban, dan bagaimana dampaknya. Semakin baik kamu memahami masalah ini, semakin banyak peluang yang dapat kamu identifikasi untuk mendorong perubahan.
2. Salurkan Rasa Frustrasi ke dalam Tindakan yang Terarah
Dilansir dari Mindtools, mengalami atau menyaksikan ketidakadilan yang diakibatkan oleh glass ceiling tidak dapat dipungkiri bisa membuat seseorang yang mengalaminya merasa frustasi, tertekan, dan marah. Kamu bisa gunakan semangat ini sebagai katalisator untuk bertindak, tetapi jangan biarkan hal ini mengendalikan kamu.
3. Tingkatkan Kompetensi dan Keterampilan
Kamu juga bisa menyalurkan semangat kamu dengan meningkatkan kompetensi dan keterampilanmu. Tentunya meningkatkan kompetensi dan keterampilan menjadi salah satu cara untuk menunjukkan bahwa kamu adalah orang yang layak untuk dipromosikan.
4. Miliki Hubungan yang Baik dan Mencari Mentor
Jangan lupa untuk selalu membangun hubungan yang baik dengan kolega dan atasan, karena mereka dapat menjadi mentor yang membantu kamu memperoleh dukungan dan saran yang diperlukan untuk mengatasi hambatan ini. Mencari mentor di luar tempat kerja kamu juga merupakan ide yang bagus.
5. Melibatkan Diri dalam Proyek Strategis
Berpartisipasi aktif dan menunjukkan minat pada proyek-proyek strategis dapat membantu kamu untuk lebih terlihat dan mendapatkan pengakuan. Kendati berisiko, jangan takut dan coba untuk terlibat dalam diskusi, proyek, dan keputusan penting di tempat kerjamu.
6. Menjadi Pelopor Perubahan
Jika kamu yakin bahwa terjadi glass ceiling di tempat kerjamu, namun atasan kamu tidak menyadarinya (atau, lebih buruk lagi, mereka menyangkalnya), bicaralah atau beritahu mereka dengan tepat bahwa itu salah. Ajak untuk bersama-sama mencari solusi yang efektif dalam mengatasi dan menghempaskan “langit-langit kaca” ini di tempat kerja.
7. Mencari Peluang di Luar Organisasi Pekerjaan
Buka pintu promosi dan pengakuan untuk kariermu lebih jauh dengan mencari peluang di luar organisasi pekerjaanmu saat ini, seperti dengan mengikuti konferensi dan jaringan profesional lainnya. Kamu juga bisa meningkatkan profil kamu dengan melakukan personal branding di media sosial.
Menghadapi glass ceiling bukanlah hal yang mudah, namun beberapa langkah di atas dapat membantu kamu memaksimalkan potensi dan peluang karier kamu. Jika kamu merasa tidak diberi kesempatan yang layak dengan kompetensi yang kamu miliki, maka saatnya untuk mencari kesempatan di tempat lain. (patrisia argi)
Tinggalkan Komentar