Sukoharjonews.com – Berkeringat di sekitar miss V tidak selalu disebabkan oleh cuaca panas dan lembap. Ada lebih banyak alasan mengapa wanita mengalami peningkatan keringat vagina.
Berkeringat adalah fenomena umum. Terutama di musim panas, orang cenderung banyak berkeringat. Keringat mungkin terlihat di wajah, leher, dan bahkan ketiak, tetapi area miss V juga berkeringat. Selain panasnya musim panas, ada lebih banyak alasan mengapa kita berkeringat di area tersebut. Baca terus untuk mengetahui alasan dan apa yang harus dilakukan untuk mengatasi keringat berlebih di sekitar miss V.
Dikutip dari Healthshots, Selasa (21/10/2025), Dr. Rashmi Baliyan, Konsultan Ginekolog dan Dokter Kandungan, Rumah Sakit Primus Super Specialty, New Delhi, untuk mengetahui apakah berkeringat banyak di sekitar miss V boleh-boleh saja.
Alasan mengapa wanita berkeringat di sekitar miss V
Berkeringat di sekitar vagina adalah respons fisiologis normal yang membantu mengatur suhu tubuh dan menjaga kelembapan di area tersebut, kata Dr. Baliyan. Namun, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan peningkatan keringat di area ini.
Berikut lima kemungkinan penyebabnya:
1. Aktivitas fisik
Melakukan aktivitas fisik seperti olahraga dapat menyebabkan peningkatan keringat di berbagai bagian tubuh, termasuk area miss V. Aktivitas fisik meningkatkan suhu tubuh, dan berkeringat merupakan cara tubuh untuk mendinginkan diri. Peningkatan aliran darah ke area vagina selama olahraga juga dapat menyebabkan peningkatan keringat.
2. Cuaca panas dan lembap
Suhu dan kelembapan yang tinggi dapat menjadi pemicu dan menyebabkan peningkatan keringat di seluruh tubuh, termasuk area miss V.
3. Perubahan hormon
Fluktuasi hormon selama berbagai fase siklus menstruasi, kehamilan, dan menopause dapat memengaruhi produksi keringat, kata ahli. Beberapa wanita mungkin mengalami peningkatan keringat di sekitar miss V selama masa-masa ini karena perubahan hormon.
4. Kecemasan dan stres
Baik kecemasan maupun stres, keduanya dapat memicu keringat di berbagai bagian tubuh. Respons tubuh terhadap stres melibatkan aktivasi sistem saraf simpatik, yang dapat menyebabkan peningkatan keringat.
5. Kondisi medis tertentu
Beberapa kondisi medis dapat menyebabkan keringat berlebih di area miss V. Kondisi seperti hiperhidrosis (keringat berlebih), infeksi seperti vaginosis bakterial atau infeksi jamur, atau gangguan hormonal dapat menyebabkan peningkatan produksi keringat di sekitar miss V.
Tips yang perlu diikuti jika Anda banyak berkeringat di sekitar miss V
Keringat berlebih di sekitar miss V, yang dikenal sebagai hiperhidrosis miss V, dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan mungkin merupakan tanda masalah yang mendasarinya. Anda mungkin merasa basah di area tersebut dan mengalami iritasi kulit. Ada juga peningkatan risiko infeksi. Pakar menjelaskan bahwa kelembapan berlebih di area genital dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan bakteri atau jamur. Hal ini berpotensi menyebabkan kondisi seperti vaginosis bakterial atau infeksi jamur. Selain itu, keringat berlebih dapat menyebabkan rasa malu atau rendah diri.
Jika wanita mengalami keringat berlebih di sekitar miss V, mereka dapat melakukan hal berikut:
1. Jaga kebersihan dengan baik
Bersihkan area miss V secara teratur dengan sabun lembut tanpa pewangi dan air hangat. Usahakan untuk tidak menggunakan produk yang keras atau beraroma meskipun Anda ingin area kewanitaan tetap wangi, karena dapat mengiritasi kulit.
2. Kenakan pakaian dalam yang menyerap keringat
Pilih pakaian dalam yang tepat yang terbuat dari bahan yang menyerap keringat seperti katun untuk melancarkan sirkulasi udara dan mengurangi penumpukan kelembapan.
3. Pilih pakaian yang longgar
Kenakan pakaian yang longgar dan menyerap keringat yang memungkinkan udara bersirkulasi dengan bebas dan membantu menjaga area kewanitaan tetap kering.
4. Gunakan pembalut atau pelapis yang menyerap keringat
Pertimbangkan untuk menggunakan pembalut atau pelapis yang menyerap keringat yang dirancang khusus untuk keringat berlebih guna membantu mengelola kelembapan dan mencegah ketidaknyamanan, kata Dr. Baliyan.
5. Gunakan bedak talk atau antiperspiran
Menggunakan bedak talk atau antiperspiran yang dirancang khusus untuk area kewanitaan dapat membantu menyerap kelembapan dan mengurangi keringat. Namun, penting untuk memilih bedak yang aman untuk penggunaan area kewanitaan.
Jika keringat berlebih berlanjut atau disertai gejala lain, penting untuk memeriksakan diri ke dokter. (nano)
Tinggalkan Komentar