Sukoharjonews.com – Jika kelelahan tak kunjung hilang, mungkin itu pertanda masalah serius. Dari kekurangan vitamin hingga penyakit kronis, berikut 14 penyebab lemas.
Pernahkah Anda mengalami hari di mana Anda merasa kehabisan energi, berapa pun waktu istirahat atau berapa cangkir kopi yang Anda minum? Itu adalah salah satu momen ketika Anda bertanya-tanya, Mengapa saya selalu merasa lelah? Nah, rasa lemas dan lelah yang terus-menerus sebenarnya dapat disebabkan oleh banyak hal, yang menguras energi dan membuat Anda merasa lelah secara fisik dan mental.
Dikutip dari Healthshots, Sabtu (13/9/2025), hal tersebut bisa termasuk gaya hidup yang buruk, kekurangan nutrisi, atau kondisi serius seperti fluktuasi gula darah, tiroid, stres, dll. Efek samping obat-obatan tertentu juga bisa menjadi salah satu penyebab umum lemas.
14 Penyebab Lemah yang Perlu Anda Ketahui
Berikut beberapa penyebab umum lemas dan lelah:
1. Kekurangan Vitamin B12
Vitamin B12 sangat penting untuk fungsi saraf dan produksi sel darah merah. Jika Anda kekurangan vitamin B12, tubuh Anda tidak dapat berfungsi dengan baik, yang menyebabkan kelelahan, lemas, dan kesulitan berkonsentrasi. Journal of Clinical Sleep Medicine mengaitkan kadar vitamin B12 yang rendah dengan kelelahan dan kelemahan otot. Tidak hanya itu, kekurangan nutrisi lainnya, termasuk zat besi, vitamin D, dan magnesium, juga dapat menyebabkan lemas.
2. Ketidakseimbangan Elektrolit
Ini adalah salah satu penyebab paling umum dari lemas. Elektrolit seperti natrium, kalium, dan kalsium membantu mengatur fungsi otot dan saraf. Jika mineral-mineral ini tidak seimbang, seringkali karena dehidrasi atau masalah ginjal, hal ini dapat menyebabkan lemas, kram otot, dan kelelahan.
3. Masalah Tidur
Jika Anda terbangun dalam keadaan lelah meskipun tidur nyenyak semalaman, Anda mungkin mengalami sleep apnea. Kondisi ini menyebabkan pernapasan Anda tersendat-sendat saat tidur, yang menyebabkan kualitas tidur yang buruk. Sebuah studi dalam Frontiers in Psychology menunjukkan bahwa penderita apnea tidur obstruktif sering mengalami kelelahan di siang hari, yang dapat membuat mereka merasa lemah dan mengantuk.
4. Sindrom kelelahan kronis
Sindrom kelelahan kronis lebih dari sekadar merasa lelah. Sindrom ini adalah kondisi di mana Anda mengalami kelelahan ekstrem yang tidak dapat dijelaskan dan tidak membaik dengan istirahat. Kelelahan ini sering kali disertai dengan nyeri otot dan kesulitan berkonsentrasi. Kondisi ini bisa membuat frustrasi, tetapi penyebab pastinya masih belum jelas. Anemia bisa menjadi salah satu penyebab paling serius dari kelemahan.
5. Penyakit darah
Anemia terjadi ketika tubuh Anda tidak memiliki cukup sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen. Hal ini dapat menyebabkan rasa lelah, lemas, pusing, dan bahkan sesak napas yang terus-menerus. Menurut Stat Pearls, anemia adalah salah satu penyebab paling umum dari kelemahan dan kelelahan, terutama pada wanita.
6. Infeksi
Infeksi, baik virus maupun bakteri, dapat menyebabkan kelelahan dan kelemahan karena tubuh mengarahkan energi untuk melawan infeksi. Infeksi seperti flu atau bahkan pilek dapat menguras energi Anda, membuat Anda merasa lemah.
7. Penuaan
Penuaan adalah salah satu penyebab paling umum dari kelemahan. Seiring bertambahnya usia, kita secara alami mengalami kehilangan dan kekuatan otot, yang menyebabkan peningkatan kelelahan dan kelemahan. Hal ini dapat menyebabkan metabolisme yang lebih lambat dan tingkat energi yang lebih rendah, membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih melelahkan.
8. Penyakit Otot
Penyakit otot seperti distrofi otot adalah sekelompok penyakit genetik yang menyebabkan otot melemah seiring waktu. Kondisi progresif ini dapat menyebabkan kelelahan parah karena otot kehilangan kekuatan. Menurut StatPearls, distrofi otot memengaruhi kekuatan dan kemampuan untuk melakukan tugas-tugas dasar, yang seringkali mengakibatkan kelelahan kronis.
9. Kondisi Neurologis
Kondisi seperti multiple sclerosis dan penyakit Parkinson memengaruhi sistem saraf, mengganggu pergerakan dan fungsi lainnya. Kondisi-kondisi ini merupakan penyebab umum kelemahan dan kelelahan, serta masalah koordinasi dan keseimbangan, yang membuat Anda merasa lebih lelah secara fisik.
10. Masalah kesehatan mental
Masalah kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi juga merupakan salah satu penyebab kelemahan yang paling umum. Anda mungkin merasa kelelahan, bahkan setelah beristirahat. Dalam beberapa kasus, antidepresan yang diresepkan untuk kondisi ini juga dapat membuat Anda merasa mengantuk atau lemah, yang berkontribusi pada kelelahan kronis.
11. Kondisi tiroid
Kelenjar tiroid bertanggung jawab untuk mengatur metabolisme Anda. Jika kurang aktif (hipotiroidisme), dapat menyebabkan kelelahan, penambahan berat badan, kelemahan, dan sensitivitas terhadap dingin. Metabolisme yang lambat berarti tubuh Anda tidak memiliki energi yang dibutuhkan untuk berfungsi secara efisien, yang menyebabkan kelelahan yang terus-menerus.
12. Fibromyalgia
Fibromyalgia adalah suatu kondisi yang menyebabkan nyeri dan rasa nyeri yang meluas pada otot dan persendian. Selain nyeri, penderita fibromyalgia sering mengalami kelelahan dan kelemahan yang parah, bahkan setelah tidur malam yang nyenyak. Menurut Oman Medical Journal, kondisi ini dapat menyebabkan kesulitan fisik dan kognitif yang bahkan dapat membuat tugas-tugas sederhana terasa berat.
13. Obat-obatan
Obat-obatan tertentu, seperti obat penenang, obat tekanan darah, dan terutama perawatan kemoterapi, dapat membuat Anda merasa lemah dan lelah. Kemoterapi, misalnya, dapat berdampak parah pada tingkat energi dan menyebabkan kelelahan jangka panjang, seperti yang disorot dalam British Journal of Cancer. Kelemahan ini dapat menyulitkan pasien untuk melakukan tugas sehari-hari.
14. Penyakit Kronis
Kondisi kronis seperti diabetes, penyakit jantung, penyakit paru-paru kronis, penyakit ginjal, kanker, dan artritis semuanya dapat menyebabkan kelelahan dan kelemahan jangka panjang. Penyebab kelemahan ini dapat membebani tubuh, mengurangi tingkat energi, dan membuat Anda merasa lemah. Misalnya, penderita diabetes mungkin mengalami fluktuasi kadar gula darah yang menyebabkan kelelahan, sementara pasien kanker sering melaporkan kelelahan ekstrem akibat penyakit atau perawatan seperti kemoterapi.
Kapan harus ke dokter?
Jika kelemahan atau kelelahan memengaruhi kehidupan sehari-hari Anda, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Meskipun gejala pilek atau flu biasanya hilang dengan sendirinya, konsultasikan dengan dokter jika gejalanya menetap setelahnya. Jika Anda sudah menjalani perawatan untuk suatu kondisi dan mengalami kelemahan yang semakin parah, ini mungkin berarti Anda perlu mengubah rencana perawatan. Selain itu, jika kelemahan disertai dengan kesulitan bernapas, nyeri, atau detak jantung tidak teratur, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter Anda. (nano)
Tinggalkan Komentar