Tak Berkategori  

Mempunyai Anak yang Memasuki Masa Pubertas? Anda Harus Perhatikan Ini!

banner 468x60
Hal yang harus diperhatikan saat mempunyai remaja pubertas. (Foto: teen strong)

Sukoharjonews.com – Masa puber membawa banyak perubahan untuk anak-anak dan untuk orangtua. Masa ini membuat anak bertransisi dari anak ke dewasa. Banyak orangtua yang mungkin merasa tidak tahu pasti cara terbaik untuk mendukung anak yang tengah mengalami perubahan fisik, psikologis, dan emosional yang ditimbulkannya.


Beberapa anak berjuang dengan perubahan ini, sementara yang lain melaluinya tanpa rasa khawatir. Hanya sebagian kecil dari anak-anak yang mengalami gejolak ekstrem selama fase perkembangan ini. Dikutip dari VOI, pada Kamis (29/6/2023), berikut hal yang harus diperhatikan saat Anda mempunyai anak yang memasuki msa pubertas:

1. Meyakinkan dan memastikan Anda adalah orang yang mereka percaya
Strategi terbaik selama anak masa pubertas, adalah membuat mereka yakin Anda adalah orang yang aman untuk mereka percaya. Ini bertujuan agar mereka bisa berbagi percakapan sulit tanpa takut dihakimi atau dipermalukan. Maka sebagai orang tua, Anda perlu menunjukkan welas asih dan menjelaskan bahwa perubahan yang mereka alami itu normal.


2. Contohkan gaya hidup sehat
Anak-anak memiliki privasi, dan wajar apabila mereka mulai menjelajahi tubuhnya melalui masturbasi. Maka buat aturan selalu ketik sebelum memasuki kamar, baik kamar mereka atau kamar orang tua. Hormati kebutuhan privasi mereka sekaligus memperkuat hubungan dengan mereka.

Selain membuat aturan-aturan di rumah terkait privasi, orang tua juga perlu menjadi contoh dalam menjalankan gaya hidup sehat. Misalnya dengan makan makanan sehat, cukup istirahat, hindari begadang tanpa alasan, dan tetap aktif bergerak atau rutin olahraga.

3. Ajarkan tentang berperilaku positif
Anda mungkin juga merasa perlu untuk memuji anak remaja atas upaya, pencapaian, dan perilaku positif mereka. Ajarkan pada mereka cara mengelola emosi, seperti kemarahan. Selain juga beri tahu mereka bahwa Anda bersedia menjadi pendengar yang baik. Anda bisa berbagi peran dengan pasangan Anda dalam mendukung si buah hati yang memasuki masa pubertas.


4. Menjadi pendengar tanpa menghakimi
Pubertas adalah masa ketika penerimaan tubuh jadi pegangan yang sangat penting. Melansir Better Health, Kamis, 11 Mei, anak akan membandingkan tubuhnya dengan teman-temannya, mungkin mereka merasa khawatir dengan perkembangan, perubahan bentuk, dan ukuran tubuhnya sendiri. Hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah mendengarkan tanpa menghakimi. Tunjukkan pada mereka bahwa Anda memahami dan menjelaskan serta menormalkan bahwa tubuh memiliki berbagai variasi bentuk dan ukuran.

5. Memberi tahu cara merawat diri
Bagi anak perempuan, awal menstruasi mereka perlu mendapatkan pendampingan. Beri tahu mereka mempersiapkan diri, mencatat siklus, dan beri informasi tentang kesehatan reproduksi. Diskusikan mengapa perempuan mengalami kram saat pramenstruasi, pendarahan, dan cara mengatasi keluhan saat siklus bulanan. Apabila anak belum mengalami menstruasi pada usia 16-17 tahun, bicaralah dengan dokter Anda.

Untuk anak laki-laki, diskusikan tentang ukuran penis dan kesehatan reproduksi. Beri tahu bahwa laki-laki sama perlunya mengekspresikan perasaannya, seperti mengalami kerentanan, memiliki kelembutan, dan bisa mengeluarkan air mata. Pada intinya, menormalkan pengalaman adalah kuncinya.


Selain membersamai anak masa pubertas dengan langkah di atas, perlu pula pengetahuan ketubuhan yang alami. Tunjukkan apa batasannya dan bagaimana menjaga diri serta menghormati orang lain.(cita septa)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *