Makan Kurma Saat Hamil: 5 Alasan Mengapa Ini Sempurna untuk Memuaskan Hasrat Manis Anda

banner 468x60
Mengonsumsi kurma saat hamil dapat bermanfaat bagi ibu hamil. (Foto: Adobe Stock)

Sukoharjonews.com – Mengonsumsi kurma adalah cara sehat untuk memuaskan hasrat manis Anda. Kurma juga memiliki manfaat bagi ibu hamil. Jadi, mulailah makan kurma saat hamil.

Saat hamil, wanita mulai menginginkan makanan tertentu. Terkadang mereka mungkin terbangun di tengah malam dan meminta es krim. Di lain waktu, mereka ingin makan cokelat. Mereka dapat memuaskan hasrat manis mereka dengan makan kurma, yang sehat dan bermanfaat.

Dikutip dari Healthshots, Senin (8/12/2025), dalam sebuah studi tahun 2011 yang diterbitkan di Perpustakaan Kedokteran Nasional AS, 154 wanita berpartisipasi. 77 di antaranya mengonsumsi kurma di akhir kehamilan, sementara 77 lainnya tidak. Ditemukan bahwa wanita yang mengonsumsi kurma secara signifikan lebih sedikit membutuhkan intervensi medis dalam hal induksi persalinan dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi buah manis tersebut. Baca terus untuk mengetahui manfaat mengonsumsi kurma saat hamil.

Manfaat mengonsumsi kurma selama kehamilan
Kurma kaya akan gula, tetapi juga mengandung banyak mikronutrien seperti kalium, mangan, magnesium, dan tembaga, kata Dr. Chetna Jain, Direktur Departemen Obstetri dan Ginekologi, Rumah Sakit Cloudnine Group, Sektor 14, Gurugram. Kurma juga sangat tinggi antioksidan seperti flavonoid, karotenoid, dan asam fenolik, sehingga menyehatkan.

Berikut beberapa manfaatnya:

1. Kurma dapat memberikan energi instan
Ibu hamil cenderung merasa lelah dan lemas. Hal ini disebabkan oleh peningkatan beban kerja sistem kardiovaskular dan ginjal sebesar 40 persen selama kehamilan, jelas sang ahli. Kenaikan berat badan dan perubahan gravitasi, serta tekanan pada tulang belakang lumbar, menyebabkan kelelahan. Oleh karena itu, mengonsumsi kurma dapat membantu memberikan energi.

2. Kurma dapat membantu meredakan sembelit
Kandungan serat yang tinggi pada kurma dapat membantu meredakan sembelit, yang sering terjadi pada ibu hamil. Selama kehamilan, aktivitas fisik berkurang. Kadar progesteron, yang mengatur menstruasi dan mendukung kehamilan, sangat tinggi. Mual menyebabkan berkurangnya asupan makanan dan air. Semua ini berkontribusi pada sembelit, jadi mengonsumsi kurma bisa bermanfaat.

3. Kurma dapat mencegah anemia
Kaya akan zat besi, kurma dapat mencegah atau mengatasi anemia defisiensi besi. Selama kehamilan, volume darah meningkat lebih besar daripada sel darah merah. Penyerapan zat besi rendah, sehingga menyebabkan anemia.

4. Kurma dapat meningkatkan kesehatan tulang
Mikronutrien seperti selenium, magnesium, dan mangan yang terkandung dalam kurma dapat membantu meningkatkan kesehatan tulang dengan mengurangi risiko osteoporosis, yang banyak dikeluhkan wanita.

5. Kurma dapat mengurangi rambut rontok
Beberapa wanita mengalami rambut rontok selama kehamilan. Karena kandungan zat besi yang tinggi dan kemampuannya untuk meningkatkan aliran darah ke kulit kepala dan rambut, kurma dapat bermanfaat bagi rambut Anda.

Dr. Jain mengatakan kurma juga dapat merangsang persalinan, jadi wanita hamil dapat mulai mengonsumsi kurma pada bulan kesembilan atau setelah 36 minggu, yaitu sekitar empat minggu sebelum tanggal perkiraan persalinan.

Konsumsi kurma yang berlebihan memiliki efek samping
Kurma diketahui dapat mempercepat persalinan normal, tetapi apa pun yang berlebihan justru tidak baik. Berikut ini yang dapat terjadi:

• Mengonsumsi kurma terlalu banyak dapat menyebabkan kenaikan berat badan karena kandungan kalorinya yang tinggi. Setiap kurma mengandung 23 kalori, yaitu sekitar 280 kalori per seratus gram kurma.
• Hal ini dapat meningkatkan gula darah dan memperburuk kontrol gula darah pada wanita penderita diabetes tipe 2.
• Mengonsumsi kurma secara berlebihan dapat menyebabkan kembung dan sembelit karena pertumbuhan bakteri di usus.
• Kurma dapat menyebabkan kerusakan gigi jika tidak dibersihkan setelah dikonsumsi.
• Kandungan kalium yang tinggi pada kurma dapat membahayakan wanita karena dapat menyebabkan penyakit ginjal.

Mengonsumsi kurma memang menyehatkan, tetapi konsumsilah dalam jumlah kecil jika Anda ingin menikmati manfaat kesehatannya. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *