Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Kasus kekerasan didalam kampus mencuat. Kali ini, seorang mahasiswa jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo diduga mengalami kekerasan psikis dan intimidasi. Mahasiswa tersebut, AS, dikabarkan mengalami kekerasan didalam kampus.
Dalam rilis yang diterima Sukoharjonews.com, Rabu (30/3/2022), disebutkan AS yang baru dua tahun belajar mendapat ancaman dan peretasan yang terjadi di Gedung Teknik pada Sabtu (26/3/2022). AS dianiaya oleh sesama mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Prodi Industri (HMPI). Hal itu dikarenakan AS bergabung dengan satu organisasi ekstra diluar kampus. Bahkan ponsel AS juga diambil paksa dan seluruh kontak yang ada dihapus.
Syahru Ramadhani dalam rilisnya menyampaikan, AS bercerita tentang kejadian itu pada dua temannya yang kemudian melanjutkan melaporkan ke Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan. Namun hingga Rabu (29/3)/2022 tidak ada respon.
Menurutnya, intimidasi juga dilakukan HMPI yang melarang mahasiswa Prodik Teknik Industri untuk bergabung di Organisasi Ekstra kampus seperti IMM, GMNI, LMND, HMI, PMII dan lainnya.
“Jadi AS mengalami trauma, ketakutan dan hanya bisa pasrah. Ternyata budaya intimidasi dan pelarangan mahasiswanya untuk berkembang di luar kegiatan kampus terjadi sejak 2004 silam. Banyak korban seperti AS tetapi tidak berani melapor,” jelasnya.
Menurut Syahru, kejadian itu melanggar pasal 28 UUD 1945 tentang kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengluarkan pikiran dengan lisan. Kampus juga seakan menutup mata tidak berani mengambil keputusan tegas dan seolah melegalkan mahasiswanya bertindak anarkis,” ujar Syahru.
Informasi yang berhasil dihimpun, sudah ada pertemuan dengan pihak rektorat. Namun, hasil dari pertemuan tersebut belum diketahui. Wakil Rektor 3 Univet Bantara ketika dicoba dihubungi belum merespon. (erlano)
Tinggalkan Komentar