Mahasiswa KKN 23 Univet Bantara Sukoharjo Manfaatkan Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromatik

Mahasiswa KKN Kelompok 23 Univet Bantara memandu warga RW 01 Dukuh Langkap, Desa Lorog, Kecamatan Tawangsari, Sukoharjo dalam praktik pembuatan lilin aromatik dari minyak jelantah, Kamis (21/8/2025).

Sukoharjonews.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 23 Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) menggelar sosialisasi sekaligus praktik “Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromatik”, Kamis (21/8/2025).

Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa menjelaskan minyak jelantah sering dianggap limbah rumah tangga, padahal satu liter saja bisa mencemari hingga 1.000 liter air. Oleh karena itu, perlu adanya pengelolaan agar tidak merusak lingkungan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah mengolahnya menjadi lilin aromatik.

“Selain ramah lingkungan, lilin aromatik juga bisa menjadi peluang usaha kreatif karena memiliki nilai ekonomis. Aromanya menenangkan dan cocok untuk relaksasi,” jelas salah satu mahasiswa, Senja Ayu.

Ketua Kelompok KKN 23, Renanda Ganymeda, berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi warga. “Kami ingin masyarakat melihat bahwa sesuatu yang dianggap limbah sebenarnya bisa diolah menjadi produk yang bernilai dan bermanfaat,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan warga, Srini, menyambut baik kegiatan ini. “Kegiatan seperti ini sangat berguna. Warga jadi tahu cara memanfaatkan minyak bekas, tidak hanya dibuang begitu saja, tetapi bisa dijadikan usaha,” tuturnya.

Proses pembuatan lilin cukup sederhana. Minyak jelantah disaring hingga bersih, lalu dipanaskan dan dicampur dengan stearin atau parafin. Setelah itu ditambahkan pewarna, minyak kayu putih, serta diaduk hingga merata. Campuran tersebut kemudian dituangkan ke dalam cetakan yang sudah diberi sumbu dan dibiarkan hingga mengeras.

Sebagai bentuk apresiasi, lilin yang sudah dicetak diperbolehkan untuk dibawa pulang oleh warga peserta kegiatan sebagai cenderamata. Dengan begitu, warga tidak hanya mendapat pengetahuan baru, tetapi juga pengalaman langsung serta hasil karya yang bisa digunakan di rumah.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap warga Dukuh Langkap lebih peduli dalam mengelola limbah rumah tangga sekaligus mendapatkan ide untuk mengembangkannya sebagai usaha bernilai ekonomi. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar