Sukoharjonews.com – Magma Entertainment dan Bumilangit Entertainment telah meluncurkan “Si Buta dari Gua Hantu: Mata Malaikat”, sebuah adaptasi film panjang baru dari tokoh komik silat legendaris Indonesia yang hingga kini masih menjadi karakter yang paling banyak diadaptasi di Indonesia, dengan sembilan film dan 86 episode TV.
Dikutip dari Variety, Selasa (2/12/2025), proyek ini diumumkan di Pasar JAFF, dengan Charles Gozali sebagai sutradara dan produksi dijadwalkan dimulai pada tahun 2026, sebelum perilisan yang direncanakan pada tahun 2027.
Film aksi-horor populer “Qodrat” (2022) dan “Qodrat 2” (2025) disutradarai oleh Gozali dan diproduksi oleh Magma Entertainment, dengan “Qodrat 3” sedang dalam proses pengerjaan.
“Mendapatkan [IP yang diakuisisi] ini bagaikan mimpi yang menjadi kenyataan bagi kami. Kami telah mencoba mengajukan adaptasi komik yang berbeda 12 tahun yang lalu, jadi ini sangat istimewa,” ujar Gozali kepada Variety. Adaptasi komik periode ini membawa babak baru bagi Magma Entertainment. “Sesuai dengan bukunya, adaptasi ini berusaha mempertahankan nafas cerita aslinya. Tidak ada serial komik lokal yang setenar ‘Si Buta dari Gua Hantu.’ Kami sangat bangga dapat berkolaborasi dengan Bumilangit,” tambahnya.
“Produksi film ini merupakan suatu kehormatan bagi kami untuk dapat mengadaptasi IP karakter legendaris Indonesia menjadi sebuah film layar lebar dan kami berharap dapat memproduksi film yang akan menggairahkan penonton sinema Indonesia dan menginspirasi kebanggaan nasional,” tambah Bismarka Kurniawan, pendiri dan CEO Bumilangit.
“Saya memulai perjalanan ini sebagai sutradara, sutradara aksi, dan bahkan pemeran pengganti di serial TV sebelum terjun ke film layar lebar dan memperkenalkan tren horor-aksi dengan ‘Qodrat,’” ujar Gozali, yang menjabat sebagai CEO Magma Entertainment. “Hari ini, Magma Entertainment dan saya sangat bangga berdiri di sini berdampingan dengan Bumilangit untuk membangkitkan kembali salah satu IP terbesar dan paling ikonis yang ditawarkan Indonesia. Bagi kami, ini bukan sekadar film, ini adalah bagian dari impian kami untuk melestarikan, merayakan, dan memperkenalkan warisan cerita kami kepada generasi mendatang.” (nano)
Tinggalkan Komentar