Sukoharjonews.com (Jakarta) – Penanganan pandemi corona terus membaik. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves), Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan, menurunnya kasus corona dan seluruh aspek penyertanya secara langsung dapat memberikan dampak positif terhadap level asesmen kabupaten/kota. Menurutnya, saat ini sudah tidak terdapat lagi kabupaten/kota yang berada pada asesmen level 4.
“Sebanyak 93 persen kabupaten kota di Jawa dan Bali sudah pada berada pada level 1 dan 2. Hanya tersisa 9 kabupaten/kota yang masih di level 3. Terkait informasi detail mengenai hal ini akan tertuang dalam Inmendagri,” jelas Luhut, dilansir dari laman Sekretariat Presiden, Selasa (5/4/2022).
Luhut menyampaikan, kondisi dan situasi pandemi corona di Indonesia berada dalam kondisi yang terus membaik. Hal tersebut bisa dilihat dari sejumlah indikator, antara lain kasus harian nasional yang menurun sangat tajam hingga 97% dibandingkan dari puncak kasus yang disebabkan oleh varian Omicron.
Selain itu, kasus aktif secara nasional juga turun hingga 83% dari puncak kasus yang lalu hingga sekarang ini berada di bawah 100.000 kasus aktif.
Hal lain yang menggambarkan bahwa kondisi corona varian Omicron cukup baik, lanjut Luhut, terlihat dari turunnya rawat inap rumah sakit hingga 85%. BOR (bed occupancy rate) rumah sakit saat ini tinggal 6%, hingga positivity rate di bawah standar WHO yakni 4%. Selain itu, jumlah orang meninggal juga turun tajam hingga 88% dibandingkan puncak kasus Omicron.
Dari data-data di atas, Menko Luhut menjelaskan, pemerintah menarik kesimpulan bahwa kondisi varian Omicron di Indonesia saat ini berada pada posisi yang terkendali. Secara khusus untuk wilayah Jawa-Bali, juga terus mengalami penurunan sangat signifikan dalam semua aspek seperti kasus konfirmasi, rawat inap rumah sakit, hingga tingkat kematian di hampir seluruh provinsi Jawa-Bali.
Sedangkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menambahkan bahwa perbaikan juga terlihat pada daerah di luar Jawa-Bali. Menurutnya, secara nasional reproduksi kasus efektif terus membaik dalam satu pekan terakhir menjadi angkanya 1. Untuk di luar Jawa-Bali yang masih berada di atas 1 yakni Nusa Tenggara pada 1,01, Maluku pada 1,02, kemudian Papua 1,01, sedangkan sisanya sudah di level 1.
“Kemudian perkembangan kasus konfirmasi harian di luar Jawa-Bali 20 persen dari kasus harian nasional yang per 3 April 403 kasus dan kasus aktifnya adalah 37.672 atau 39% dari kasus nasional. Dari segi “bed occupancy rate” masih terkendali, di Papua walaupun kasusnya 12.066 BOR-nya 9%, konversi 18%. Di Lampung 9.005 kasus, BOR-nya 7% dan konversi 23%, Sumatera Barat 3.037 kasus BOR-nya 8% dan konversi 22%. Di NTB, walaupun kita melakukan kegiatan MotoGP tidak ada penaikan kasus signifikan dan NTB tetap di level 1,” jelasnya. (nano)
Tinggalkan Komentar