
Sukoharjonews.com – Ketika pasar kendaraan listrik (EV) terus berkembang, Lucid Motors telah mengambil langkah signifikan dengan menerapkan North American Charging Standard (NACS), sebuah sistem yang awalnya dikembangkan oleh Tesla. Mulai tahun 2025, mobil listrik Lucid di Amerika Utara akan beralih dari Sistem Pengisian Gabungan 1 (CCS1) ke NACS.
Dilansir dari Gizmochina, Kamis (9/11/2023), langkah tersebut membuka jalan bagi pemilik mobil Lucid untuk mengakses jaringan Supercharging Tesla yang luas, yang memiliki lebih dari 15,000 stasiun pengisian daya.
Penerapan NACS oleh Lucid merupakan cerminan dari tren industri yang lebih luas, yang menandakan penghentian bertahap standar pengisian daya CCS1. Sebelumnya, Lucid memiliki keraguan tentang NACS, khususnya mengenai kompatibilitas dengan sistem baterai tegangan tinggi mereka.
Namun, kekhawatiran tersebut telah teratasi, dan bahkan merek yang berfokus pada sistem tegangan tinggi kini menyelaraskan diri dengan NACS. Tesla telah mengonfirmasi bahwa NACS dapat mendukung sistem hingga 1.000 volt, yang sesuai untuk kebutuhan pengisian cepat kendaraan listrik modern.
Peter Rawlinson, CEO Lucid, menyatakan bahwa integrasi NACS sangat penting untuk menyediakan opsi pengisian daya yang lebih andal dan nyaman bagi pelanggan. Dia juga menekankan pentingnya infrastruktur pengisian daya terpadu untuk mendorong adopsi kendaraan listrik di AS.
Masa transisi hingga peralihan pada tahun 2025 memungkinkan pembentukan jaringan pengisian daya berbasis NACS yang lebih kuat. SAE International berupaya untuk menstandardisasi konektor NACS, dan berbagai pemasok diharapkan mengembangkan dan menawarkan peralatan yang kompatibel, memastikan Tesla tidak tetap menjadi satu-satunya penyedia.
Meskipun Lucid telah memperjelas posisinya, beberapa produsen mobil besar seperti Volkswagen Group dan Stellantis belum mengumumkan peralihan ke NACS, sehingga menimbulkan sedikit ketidakpastian dalam arah industri.
Namun demikian, masa depan pengisian daya kendaraan listrik di Amerika Serikat tampaknya akan berkonsolidasi pada satu standar tegangan tinggi, yang dapat menjadi faktor penentu dalam adopsi kendaraan listrik secara luas. (nano)



Facebook Comments