Lindungi Saudara yang Sedang Mudik dengan Doa Berikut

Doa ketika hendak mudik. (Foto: timenews)

Sukoharjonews.com – Tradisi mudik ke kampung halaman menjadi salah satu momen yang sangat dinantikan masyarakat Indonesia saat Hari Raya Idul Fitri. Meskipun perjalanan mudik ini seringkali memakan waktu berjam-jam, masyarakat dengan rela hati bermacet-macetan demi bertemu dengan sanak saudara di kampung halaman.

Perjalanan mudik tidak hanya membutuhkan waktu satu atau dua jam, melainkan bisa berlangsung hingga hitungan hari. Hal ini disebabkan oleh tingginya volume kendaraan yang melintasi jalan raya, terutama saat menjelang lebaran. Dikutip dari Nu Online, pada Rabu (10/4/2024), Nabi Muhammad saw mengajarkan sebuah doa saat salah seorang sahabat menyatakan diri untuk mengadakan perjalanan jauh. Doanya berikut ini:

زَوَّدَكَ اللهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ لَكَ الخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ

Zawwadakallâhut taqwâ, wa ghafara dzanbaka, wa yassara lakal khaira haitsumâ kunta.

Artinya, “Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosamu, dan memudahkanmu dalam jalan kebaikan di mana pun kau berada.”

Doa Rasulullah tersebut ditemukan dalam riwayat oleh Imam At-Tirmidzi dari sahabat Anas ra berikut ini:

وروينا في كتاب الترمذي، عن أنس رضي الله قال : جاء رجل إلى النبي صلى الله عليه وسلم، فقال: يارسول الله، إني أريد سفرا فزودني، فقال: “زودك الله التقوى”، قال: زدني، قال: “وغفر ذنبك”، قال: زدني، قال: “ويسر لك الخير حيثما كنت” قال الترمذي: حديث حسن

Artinya, “Diriwayatkan kepada kami pada Kitab At-Tirmidzi, dari Sahabat Anas RA. Ia bercerita bahwa seseorang mendatangi Rasulullah SAW, ‘Wahai Rasul, aku hendak berpergian. Karenanya, berikanlah aku bekal,’ kata sahabat tersebut. ‘Zawwadakallâhut taqwâ,’ kata Rasulullah SAW. ‘Tambahkan lagi ya Rasul,’ kata sahabat itu. ‘Wa ghafara dzanbaka,’ kata Rasulullah SAW. ‘Tambahkan lagi ya Rasul,’ kata sahabat itu. ‘Wa yassara lakal khaira haitsumâ kunta,’ jawab Rasulullah SAW. Imam At-Tirmidzi mengatakan bahwa kualitas hadits ini hasan.” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 187).

Doa ini dapat dibaca oleh seseorang yang hendak melepas kerabatnya atau sahabatnya yang bepergian jauh seperti hendak mudik, atau saat akan menempuh arus balik.

Doa Rasulullah itu memiliki makna yang sangat mendalam. Bukan semata doa, tapi juga ada pesan amat penting, yakni nasihat agar orang yang akan menempuh perjalanan jauh tetap bisa menjaga ketakwaan, menjaga diri dari perbuatan dosa, dan selalu berusaha memosisikan diri di jalan kebaikan.(cita septa)

Tinggalkan Komentar