Layanan Bus Trans Jateng, Gubernur: Tidak untuk Kepentingan Bisnis

banner 468x60
Bus Trans Jateng Rute Solo-Sukoharjo-Wonogiri.

Sukoharjonews.com (Semarang) — Pola pengelolaan Bus Trans Jateng direncanakan akan diterapkan pola pengelonaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK BLUD). Mesko begitu,
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menegaskan Bus Trans Jateng yang dikelola pemerintahannya tidak untuk kepentingan bisnis.

“Nafasnya transportasi umum itu tidak boleh bisnis, karena itu kan pelayanan. Coba nanti pertimbangkan lagi. Prinsipnya saya setuju (Trans Jateng dikelola secara BLUD),” kata Luthfi, dikutip dari laman Pemprov Jateng, Minggu (23/11/2025).

Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Arif Djatmiko menyampaikan, pihaknya terus meningkatkan pengelolaan Trans Jateng di wilayahnya.

Apalagi, perkembangan Trans Jateng sejak 2017 hingga 2025 menunjukkan tren positif.
“Tahun kemarin (2024) saja sudah ada 9,5 juta penumpang. Artinya, masyarakat Jawa Tengah yang terlayani semakin banyak,” jelasnya.

Rencananaya, lanjut Arif, Bus Trans Jateng akan diintegrasikan dengan moda transportasi lain. Seperti dengan angkutan subregional, angkutan kota, dan angkutan pedesaan.

“Jadi, bukan menambah armada Trans Jateng, melainkan menggandeng layanan eksisting milik kabupaten/kota dan pedesaan, agar terintegrasi dalam satu sistem,” jelasnya.

Arif menargetkan, pada 2027, integrasi layanan transportasi bisa menjangkau seluruh jenjang, mulai dari subregional hingga desa. Dengan pendekatan itu, jumlah masyarakat yang terlayani diproyeksikan meningkat secara signifikan.

“Subregionalnya jalan, kotanya terhubung, kabupatennya terintegrasi, dan desa-desanya ikut tersambung,” ujarnya.

Sebagai informasi, sejak diluncurkan 2017, Trans Jateng kini mengoperasikan tujuh koridor, dengan 115 bus, dan melayani 40 % kabupaten/ kota di Jawa Tengah. Koridor-koridor ini mencakup Semarang–Bawen, Purwokerto–Purbalingga, Semarang–Kendal, Solo–Sragen, Magelang–Purworejo, Semarang–Grobogan, hingga Sukorejo–Surakarta–Wonogiri. Adapun target 2030 akan menjadi 12 koridor, menjangkau 62,86 % wilayah Jateng. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *