
Sukoharjonews.com – Human papillomavirus (HPV) merupakan penyebab utama sebagian besar kasus kanker serviks. Kanker ini menyerang sel-sel pada leher rahim, yaitu bagian bawah rahim yang terhubung langsung dengan vagina. Berdasarkan laporan dari Mayo Clinic pada Kamis (17/4/2025), HPV merupakan infeksi menular seksual yang paling sering terjadi di Amerika Serikat. Dr. Butler menyatakan bahwa lebih dari 85% populasi pernah terpapar HPV, meskipun tidak semua yang terinfeksi akan berkembang menjadi kanker serviks.
Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui skrining dan vaksinasi HPV. Pap smear dan tes HPV terbukti efektif menurunkan angka kejadian kanker serviks secara signifikan. Vaksin HPV paling efektif jika diberikan sebelum seseorang aktif secara seksual. Oleh karena itu, vaksinasi rutin direkomendasikan bagi anak-anak usia 11 hingga 12 tahun, serta bagi orang dewasa hingga usia 26 tahun yang belum pernah menerima vaksin. Orang berusia 27 hingga 45 tahun yang belum divaksinasi juga disarankan berkonsultasi dengan tenaga medis.
Pemeriksaan rutin juga penting untuk mendeteksi sel-sel abnormal di leher rahim sebelum berkembang menjadi kanker. Pemeriksaan yang umum dilakukan meliputi tes Pap smear dan tes DNA HPV. Tes Pap dilakukan dengan mengambil sampel sel dari leher rahim untuk diperiksa di laboratorium. Tes ini disarankan dimulai sejak usia 21 tahun dan diulang setiap tiga hingga lima tahun hingga usia 65 tahun. Pada wanita di atas 30 tahun, tes Pap dapat dikombinasikan dengan tes HPV untuk meningkatkan akurasi deteksi dini.
Selain itu, menerapkan perilaku seksual yang aman dapat menurunkan risiko penularan HPV. Virus ini menyebar melalui kontak kulit saat berhubungan seksual, sehingga memiliki banyak pasangan atau berhubungan seks di usia dini dapat meningkatkan risiko infeksi. Oleh karena itu, penting untuk membatasi jumlah pasangan seksual dan menggunakan kondom setiap kali berhubungan seks. Dr. Butler menegaskan bahwa satu kali hubungan seksual saja sudah cukup untuk menyebabkan penularan HPV.
Faktor lain yang turut meningkatkan risiko kanker serviks adalah kebiasaan merokok. Menurut American Cancer Society, zat kimia dalam rokok dapat merusak DNA sel-sel pada leher rahim dan melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh lebih rentan terhadap infeksi HPV. Oleh sebab itu, tidak merokok atau berhenti merokok menjadi langkah penting dalam pencegahan kanker serviks.(patrisia argi)



Facebook Comments