Sukoharjonews.com – Selama kurun waktu 2025, sebanyak 1.195 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) selesai direhab. Program rehab RTLH ini dibiayai dari sejumlah sumber pendanaan, mulai APBN, Pemprov Provinsi, APBD Sukoharjo, hingga CSR.
Secara simbolis, bantuan rehab Peningkatan Kualitas-Rumah Tidak Layak Huni (PK-RTLH) diserahkan Bupati Etik Suryani di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Selasa (16/12/2025). Selain rehab PK-RTLH, sekaligus diserahkan bantuan pembangunan baru backlog sebanyak 2 unit.
“Program peningkatan kualitas RTLH dan pembangunan rumah baru merupakan wujud nyata komitmen Pemkab Sukoharjo dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam pemenuhan hak atas tempat tinggal yang layak,” ujar Etik.
Bupati menegaskan, keberhasilan penuntasan RTLH di Kabupaten Sukoharjo tidak lepas dari kerja sama dan sinergitas yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, pihak swasta, serta masyarakat melalui keswadayaan.
Dukungan dari Bank Jateng dan para pengembang perumahan juga dinilai berperan penting dalam optimalisasi pengentasan kemiskinan melalui penyediaan rumah layak huni. Pada tahun 2025, penanganan RTLH dan pembangunan rumah baru di Kabupaten Sukoharjo didukung dari berbagai sumber pendanaan.
Secara rinci, penerima manfaat bantuan PK-RTLH pada tahun 2025 meliputi 263 unit dari APBN aspirasi Ketua DPR RI, Puan Maharani dan 33 unit dari aspirasi anggota DPR RI, Aria Bima dengan nilai bantuan masing-masing Rp20 juta per unit.
Selanjutnya, bantuan dari Bankeu Pemdes Provinsi Jawa Tengah reguler 173 unit dan aspirasi anggota DPRD Provinsi, Joko Purwanto sebanyak 300 unit masing-masing senilai Rp20 juta per unit.
Sementara itu, bantuan PK-RTLH yang bersumber dari APBD Kabupaten Sukoharjo diberikan kepada 301 unit dengan nilai Rp15 juta per unit. Bantuan dari CSR Bank Jateng menyasar 60 unit dengan nilai Rp15 juta per unit, serta Program Gelora Peduli Sukoharjo sebanyak 59 unit dengan nilai Rp15,3 juta per unit.
Selain itu, Pemkab Sukoharjo juga merealisasikan pembangunan baru backlog sebanyak 2 unit di Desa Kedungwinong, Kecamatan Nguter, dengan nilai bantuan Rp40 juta per unit.
Dalam kegiatan penyerahan simbolis tersebut, hadir sebanyak 352 perwakilan penerima manfaat dari berbagai sumber bantuan. Penerima bantuan tersebut tersebar merata di 12 kecamatan se-Kabupaten Sukoharjo sebagai bentuk pemerataan pembangunan daerah.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukoharjo, Lanjar Budi Wahono, mengatakan persoalan rumah tidak layak huni masih menjadi salah satu tantangan pembangunan perumahan di Sukoharjo.
Oleh karena itu, Pemkab Sukoharjo secara berkelanjutan melaksanakan program peningkatan kualitas RTLH serta pembangunan rumah baru bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Program RTLH ini juga dimaksudkan untuk mensosialisasikan pelaksanaan bantuan perumahan sekaligus penyerahan bantuan secara simbolis kepada perwakilan penerima manfaat,” jelasnya.
Lanjar menambahkan, pada tahun 2025 Pemkab Sukoharjo telah berhasil menangani 1.195 unit RTLH serta membangun 2 unit rumah baru backlog yang tersebar di 12 kecamatan. (nano)
Tinggalkan Komentar