Kurun Waktu 2023-2025, Hutama Karya Sudah Hadirkan 42 Proyek Infrastruktur Air

banner 468x60
Hutama Karya tegaskan komitmen perkuat ketahanan pangan melalui pembangunan infrastruktur air. (Foto: Dok Hutama Karya)

Sukoharjonews.com (Jakarta) – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) menegaskan komitmennya memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pembangunan infrastruktur sumber daya air strategis. Sejak 2013 hingga 2025, perusahaan ini telah menangani 42 proyek yang terdiri dari 19 jaringan irigasi dan 23 bendungan, sebagian sudah beroperasi dan sisanya masih dalam tahap konstruksi.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, menuturkan bahwa pembangunan infrastruktur sumber daya air merupakan kontribusi nyata perusahaan untuk mendukung cita-cita kemerdekaan Indonesia, khususnya dalam mencapai kemandirian pangan.

“Kami terus berkontribusi membangun infrastruktur sumber daya air yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional.

“Dari Sabang sampai Merauke, keseluruhan proyek mampu mengairi lebih dari 125 ribu hektare lahan pertanian, memungkinkan petani meningkatkan produktivitas hingga tiga kali masa tanam dalam setahun,” terang Adjib, dikutip dari KabarBUMN, Sabtu (23/8/2025).

Ia menambahkan, proyek-proyek ini juga telah menyerap lebih dari 4.800 tenaga kerja serta memberikan dampak ekonomi dan sosial positif bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Proyek-Proyek Unggulan
Beberapa proyek strategis Hutama Karya tercatat memberi dampak besar bagi masyarakat. Salah satunya Bendungan Leuwikeris di Jawa Barat, dengan kapasitas tampung hingga 845 juta meter kubik, mampu mengairi 11.216 hektar lahan pertanian di Daerah Irigasi Lakbok Utara, Lakbok Selatan, serta Menganti di Cilacap.

Selain irigasi, bendungan ini berfungsi mengendalikan banjir, menyediakan air baku bagi masyarakat Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya, sekaligus berpotensi menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 20 megawatt.

Di Jawa Timur, Bendungan Semantok yang beroperasi sejak 2023 hadir dengan inovasi energi terbarukan. Dengan kapasitas 32,09 juta meter kubik, bendungan ini tidak hanya berfungsi untuk irigasi dan pengendalian banjir, tetapi juga dilengkapi Pembangkit Listrik Tenaga Bayu yang memanfaatkan energi angin.

Kehadirannya membantu masyarakat Nganjuk terbebas dari banjir akibat luapan Sungai Semantok. Sementara itu, Bendungan Meninting di Lombok Barat menampilkan penerapan teknologi konstruksi modern dengan kapasitas 12,18 juta meter kubik dan mampu mengairi 1.559 hektar lahan pertanian.

Untuk sektor irigasi, Proyek Jaringan Irigasi Rawa di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, yang rampung pada Januari 2023, menjadi bagian penting dari pengembangan Food Estate nasional.

Jaringan ini melayani 43.503 hektar lahan pertanian dengan teknologi pintu air dan mobile pump yang disesuaikan dengan karakteristik rawa, menjadikannya pondasi strategis bagi ketahanan pangan di kawasan Indonesia Tengah.

Dampak Nyata bagi Masyarakat
Proyek infrastruktur air Hutama Karya terbukti meningkatkan produktivitas pertanian hingga memungkinkan panen tiga kali setahun, meningkatkan kesejahteraan petani dan keluarganya. Kehadiran bendungan juga memunculkan peluang ekonomi baru, mulai dari perikanan keramba, wisata air, hingga pengembangan UMKM lokal.

Potensi agrowisata dan ekowisata di sekitar bendungan pun menjadi sumber pendapatan tambahan masyarakat. Tak kalah penting, fungsi pengendalian banjir melindungi ribuan keluarga dari ancaman bencana, sementara penyediaan air bersih dan energi terbarukan dari PLTA mendukung kualitas hidup, elektrifikasi nasional, serta pengurangan emisi karbon. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *