Sukoharjonews.com – Bagi masyarakat Kabupaten Sukoharjo, mungkin sudah tidak asing dengan makanan/kue ini. Namanya “Legondo” atau ada juga yang menyebutnya “Lepet”, makanan trasidional yang masih bertahan hingga saat. Salah satu wilayah yang masih memproduksi makanan ini adalah Dukuh Wates, Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Sukoharjo.
Kue Legondo, merupakan makanan tradisional berbahan beras ketan, santan, dan juga parutan kelapa. Makanan ini memiliki ciri khas dibungkus dengan janur dan terkenal dengan rasa gurih. Makanan ini masih banyak di jual di pasar-pasar tradisional yang sering disebut “jajanan pasar”.
Salah satu warga Dukuh Wates yang memproduksi kue ini adalah Suparmi. Ia mengaku keluarganya membuat kue Legondo sudah 90-an tahun karena merupakan usaha turun-temurun yang saat ini ia teruskan.
Dengan pengalaman keluarga hampir 90 tahun, dan resep turun temurun usaha ini tetap berkomitmen pada kualitas bahan baku. Kue Legondo ini terbuat dari beras ketan premium dan parutan kelapa yang segar, memberikan cita rasa lezat dan sehat.
Anggota keluarga yang juga terlibat dalam usaha, Wiyanto, menegaskan, “Kami menggunakan bahan-bahan yang bagus dan menghindari bahan pengawet untuk menjaga kualitas.”
Menurutnya, harga kue Legondo produksi keluarganya Rp1.200 per biji. Kue Legondo ini melalui proses produksi yang memakan waktu sekitar enam jam. Dedikasi dalam setiap tahap pembuatan terlihat jelas dan menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan.
Home industri ini memasarkan produknya ke pasar-pasar terdekat dan memanfaatkan platform digital, terutama WhatsApp, untuk penjualan. “Kami juga menerima pemesanan dalam jumlah banyak untuk acara hajatan atau lainnya,” ungkap Wiyanto.
Dengan kombinasi antara tradisi yang terjaga dan inovasi pemasaran, Kue Legondo dari Wates masih diminati oleh masyarakat. Mereka berharap UMKM Legondo memiliki media pemasaran yang lebih memadai agar lebih dikenal oleh masyarakat secara luas.
Selain itu, mereka juga berharap mendapatkan perhatian dari pemerintah untuk meningkatkan efisiensi dalam proses produksi yang lebih modern. (mg-01/nano)
Tinggalkan Komentar