Tak Berkategori  

Kucing Anda Mengalami Muntah-Muntah?, Ketahui Penyebabnya

banner 468x60
Penyebab kucing muntah.(Foto:Rock creek )

Sukoharjonews.com – Muntah adalah pengeluaran isi lambung secara paksa melalui mulut. Hal ini harus dibedakan dari regurgitasi yang lebih pasif di mana makanan yang dikeluarkan dibawa dengan lebih lembut dari kerongkongan tanpa kontraksi lambung. Kucing yang muntah biasanya menunjukkan tanda-tanda mual termasuk mengeluarkan air liur, menjilat bibir, dan menelan berlebihan sebelum muntah.


Dilansir dari purina, Jum’at (2/8/2024), kucing muntah adalah hal ini bisa disebabkan oleh berbagai macam penyebab dan dalam kasus kronis, sangat penting bagi ahli bedah hewan Anda untuk mengetahui penyebab pastinya guna menentukan perawatan yang optimal untuk kucing Anda. Penyebab umum kucing Anda sakit meliputi:

  • Bola rambut.
  • Kecepatan makan yang tinggi.
  • Perubahan pola makan secara tiba-tiba atau pengenalan makanan baru tanpa transisi bertahap.
  • Menelan sesuatu yang tidak pantas seperti makanan basi, racun atau benda asing.
  • Intoleransi, alergi atau kepekaan terhadap bahan makanan tertentu.
  • Infeksi saluran cerna, seperti virus, bakteri, jamur atau parasit.
  • Penyakit radang usus (radang lambung dan/atau saluran usus).
  • Tumor lambung, usus atau organ lainnya.
  • Penyakit yang mempengaruhi bagian tubuh lain seperti ginjal, hati, pankreas atau kelenjar tiroid.


Perawatan saat kucing Anda sedang sakit
Setelah satu kali muntah, periksa kucing Anda apakah ada tanda-tanda penyakit lain seperti lesu, demam, atau diare. Jika memungkinkan, cari dan singkirkan benda apa pun yang mungkin menyebabkan kucing Anda muntah, dan keluarkan juga mangkuk makanan kucing Anda selama beberapa jam.

Terus berikan air dan cobalah mendorong kucing Anda untuk minum. Jika muntah kucing Anda sudah berhenti, berikan kucing Anda sedikit makanan, dan jika kucing Anda tidak muntah lagi, terus berikan makanan dalam jumlah kecil secara berkala.

Lakukan ini sekitar satu hari berikutnya sebelum melanjutkan pemberian makan normal setelahnya jika semuanya baik-baik saja. Jangan berikan obat apa pun kepada manusia atau obat yang dijual bebas kepada kucing Anda tanpa saran khusus dari dokter hewan.(patrisia argi)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *