Sukoharjonews.com – Kopi, yang mengandung kafein, dapat memengaruhi sistem saraf Anda. Faktanya, kopi dan sakit kepala memiliki hubungan yang baik dan buruk.
Pernahkah Anda mengalami sakit kepala berdenyut setelah minum kopi? Atau apakah kopi membantu meredakannya? Sementara beberapa orang percaya asupan kafein mengurangi sakit kepala, yang lain mengklaim bahwa kafein justru memberikannya. Minuman populer ini, terbuat dari biji kopi panggang, dan dihargai karena rasa, aroma, dan efek energinya yang unik, dapat meredakan atau memicu rasa sakit.
Dikutip dari Healthshots, Sabtu (19/7/2025), bahan aktif utama dalam minuman ini, yang dapat Anda nikmati panas atau dingin, adalah kafein. Kafein adalah senyawa alami yang merangsang sistem saraf pusat, dan itulah sebabnya setelah minum kopi, Anda merasa lebih waspada. Kafein ini juga bisa menjadi penyebab sakit kepala tersebut.
Kopi dan sakit kepala: Ketahui apakah kopi dapat mengurangi rasa sakit
“Ya, kopi terkadang dapat membantu meredakan sakit kepala, terutama yang berkaitan dengan jenis sakit kepala tertentu,” kata ahli gizi Haripriya. N. Kafein dapat berfungsi sebagai agen terapeutik untuk sakit kepala seperti sakit kepala hipnik, yang hanya muncul saat seseorang tidur, menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nutrients pada tahun 2023.
1. Kafein sebagai pereda nyeri
Kafein dalam kopi merangsang otak dan sistem saraf, yang dapat membantu meningkatkan konsentrasi, kewaspadaan, dan fokus mental. “Efek inilah yang membuat banyak orang menganggap kopi bermanfaat dalam mengurangi kelelahan dan meningkatkan produktivitas,” kata sang ahli. Kafein dalam kopi juga bertindak sebagai vasokonstriktor, yang berarti dapat mempersempit pembuluh darah, yang dapat meredakan nyeri. “Banyak sakit kepala terkait dengan pelebaran pembuluh darah. Dengan menyempitkannya, kafein dapat mengurangi rasa sakit,” kata sang ahli.
2. Mengurangi rasa lelah
Kafein dapat membantu mengatasi rasa lelah dan kantuk yang sering menyertai sakit kepala. Dengan menstimulasi sistem saraf pusat, kopi dapat membuat Anda merasa lebih terjaga dan meningkatkan kemampuan fokus, yang dapat mengurangi ketidaknyamanan akibat sakit kepala ringan.
3. Meredakan gejala putus kafein
Bagi orang yang mengonsumsi kopi setiap hari, melewatkan asupan rutin dapat menyebabkan sakit kepala akibat putus kafein. Sekitar setengah dari orang yang mengonsumsi lebih dari 200 mg kafein dalam sehari akan mengalami sakit kepala akibat putus kafein jika tiba-tiba berhenti mengonsumsinya, menurut penelitian yang dipublikasikan di StatPearls pada tahun 2023. Dalam kasus seperti itu, minum sedikit kopi dapat meredakan sakit kepala dengan mengembalikan kadar kafein.
“Kopi dapat membantu meredakan sakit kepala tertentu, tetapi sebaiknya digunakan secukupnya dan bukan sebagai solusi utama untuk meredakan sakit kepala kronis,” kata ahli tersebut.
Kopi dan sakit kepala: Begini cara kopi dapat menyebabkan sakit kepala
1. Sakit kepala akibat putus kafein
Ini adalah gejala umum yang terjadi ketika seseorang yang rutin mengonsumsi kafein mengurangi asupannya atau bahkan berhenti sama sekali. “Sakit kepala akibat putus kafein terjadi karena hilangnya efek stimulasi kafein secara tiba-tiba pada sistem saraf pusat,” kata Haripriya. Sakit kepala ini dapat terasa mirip dengan sakit kepala tegang biasa atau, dalam beberapa kasus, migrain.
2. Konsumsi berlebihan
Minum kopi terlalu banyak dapat memicu sakit kepala. Dalam sebuah studi tahun 2023 yang diterbitkan dalam Scientific Reports, prevalensi sakit kepala parah 42 persen lebih tinggi pada peserta yang mengonsumsi kafein lebih dari 400 miligram (m) dalam sehari dibandingkan mereka yang tidak.
3. Dehidrasi
“Kafein bersifat diuretik, yang dapat meningkatkan produksi urine,” kata ahli. Anda tidak akan menghadapi masalah ini jika Anda memperhatikan jumlah cangkir minuman berkafein yang Anda konsumsi. Jika Anda minum terlalu banyak cangkir kopi, hal itu berpotensi menyebabkan dehidrasi, yang merupakan pemicu umum sakit kepala.
3. Asupan yang tidak konsisten
Kopi dan sakit kepala mungkin juga berkaitan dengan seberapa banyak dan seberapa sering Anda minum minuman ini. Terkadang, Anda mungkin minum banyak kopi dalam satu hari dan sedikit di hari berikutnya. “Konsumsi kafein yang tidak teratur mungkin tampak tidak berbahaya, tetapi dapat menyebabkan fluktuasi aliran darah otak, yang dapat menyebabkan sakit kepala,” kata Haripriya.
4. Gangguan tidur
Minum kopi di sore hari atau mendekati waktu tidur dapat mengganggu tidur Anda. Jika Anda tidak cukup istirahat dan akhirnya memiliki jadwal tidur yang buruk, Anda mungkin mengalami sakit kepala. Dalam tinjauan tahun 2017 yang diterbitkan dalam jurnal Therapeutic Advances In Neurological Disorders, ditemukan hubungan erat antara kurang tidur dan sakit kepala tegang.
Kopi dan sakit kepala: Tips untuk meredakannya
Untuk meredakan sakit kepala akibat kopi, lakukan hal berikut:
– Minum air yang cukup, karena dehidrasi dapat menyebabkan sakit kepala. – Moderasi adalah kunci dalam mengonsumsi kafein. Kebanyakan orang dewasa aman mengonsumsi 400 miligram kafein dalam sehari (sekitar 1,5 cangkir kopi), menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan AS. Namun, toleransi setiap individu berbeda-beda, karena beberapa orang mungkin merasa gelisah bahkan hanya dengan sedikit kopi.
– Usahakan mengonsumsi kopi pada waktu yang teratur setiap hari untuk menghindari fluktuasi.
– Tidur yang cukup karena kualitas tidur yang baik dapat mengurangi frekuensi dan keparahan sakit kepala.
– Jika kafein sering menjadi pemicu sakit kepala, pertimbangkan untuk minum teh herbal seperti teh kamomil, yang dapat mengurangi ketergantungan pada kopi seiring waktu.
Kopi dan sakit kepala memiliki hubungan yang erat. Minuman ini dapat meredakan rasa sakit, tetapi juga dapat memicu sakit kepala. Konsumsilah kopi secukupnya dan perhatikan reaksi tubuh Anda. Dengan cara ini, Anda dapat merasa berenergi tanpa khawatir akan sakit kepala. (nano)
Tinggalkan Komentar