Sukoharjonews.com (Karanganyar) – Mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo tengah menjalani Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) tahun 2022. Dalam KKNT MBKM ini, Unisri mengangkat tema “Unisri Berkontribusi Dalam Kebangkitan Pasca Pandemi”. KKN dilaksanakan di Desa Rejosari, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.
Dalam rilis yang diterima Sukoharjonews.com, Rabu (24/8/2022), KKN terbagi dalam 32 kelompok dengan Dosen Pembimbing Lapangan, Sumaryanto. Salah satu mahassiswa peserta KKN dari Fakultas Teknologi dan Industri Pangan, Ferry Nada Darmawati melakukan kegiatan “Pengolahan Selai Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) sebagai Inovasi Untuk Meningkatkan Potensi Pangan Lokal.
Kegiatan pelatihan sendiri dilakukan bersama PKK RT 03/01 Desa Rejosari, Kecamatan Gondangrejo beberapa waktu lalu. Pelatihan pembuatan selai kasang tanah karena Desa Rejosari merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi sumber daya yang melimpah sehingga perlu pengelolaan lebih lanjut agar dapat menghasilkan produk yang berkualitas dan bernilai jual tinggi terutama untuk olahan pangan lokalnya.
Ferry Nada mengatakan, Desa Rejosari memiliki sumber keragaman pangan yang melimpah dimana salah satu jenis komoditas pangan lokal yang perlu dikembangkan ialah kacang tanah. Kacang tanah sebagai salah satu hasil pertanian yang memiliki sumber protein nabati yang cukup penting dalam menu makanan dimana dapat diolah dalam berbagai bentuk makanan seperti kue-kue, cemilan, atau hasil olahan lain seperti selai.
“Proses pembuatan selai kacang tanah cukup dengan menghaluskan kacang tanah yang telah disangrai menggunakan food processor,” ujar Ferry.
Setelah itu, lanjutnya, bahan diberi tambahan gula halus/madu, minyak/butter, dan coklat batang yang kemudian dicampur. Selain prosesnya yang mudah, bahan yang digunakan pun juga terjangkau sehingga selai kacang tanah ini dapat dipraktikkan dengan mudah.
“Saya harap pengolahan bahan pangan lokal ini dapat meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan keterampilan masyarakat tentang cara mengolah bahan pangan yang lebih bernilai jual tinggi. Selain itu, pelatihan ini dapat dijadikan ide bisnis untuk meningkatkan UMKM di desa tersebut sehingga menjadi lebih berkembang,” ujarnya.
Ferry menilai pemanfaatan pangan lokal di Desa Rejosari masih kurang optimal. Untuk itu, dengan adanya pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomis pangan lokal di Desa Rejosari terutama kacang tanah yang masih kurang pemanfaatannya. (nano)
Tinggalkan Komentar