KKN Univet Sukoharjo di Desa Lorog, Mahasiswa Sosialisasi Pemanfaatan Lahan Sempit dengan Akuaponik

banner 468x60
Mahasiswa KKN 23 Univet Bantara berfoto bersama warga Dukuh Langkap, Desa Lorog, Tawangsari usai kegiatan sosialisasi “Inovasi Pertanian Pemanfaatan Lahan Sempit dengan Akuaponik”, Kamis (14/8/2025).

Sukoharjonews.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 23 Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) menggelar sosialisasi “Inovasi Pertanian Pemanfaatan Lahan Sempit dengan Akuaponik”. Kegiatan dilaksanakan di rumah salah satu warga, Kamis (14/8/2025).

Dalam kesempatan itu, Ketua Kelompok KKN 23 Univet Bantara Sukoharjo, Renanda Ganymeda mengatakan: “Kegiatan ini kami rancang agar warga mendapatkan pengetahuan baru tentang bertani meski di lahan sempit, pemanfaatan limbah galon mineral sekali pakai, sekaligus mendorong penerapan pola hidup mandiri pangan di lingkungan rumah,” ujar Renanda.

Sedangkan Ketua RT 2 Dukuh Langkap, Sumiyarso, menyampaikan pentingnya swasembada pangan sebagai program pemerintah saat ini. “Bertani di zaman sekarang bukan hanya pekerjaan petani. Semua orang bisa melakukannya, bahkan di halaman rumah sendiri. Dengan teknologi sederhana seperti akuaponik, kita bisa memanfaatkan lahan kosong dan sekaligus membantu ketahanan pangan keluarga,” ujarnya.

Terkait konsep akuaponik sendiri, peserta KKN Aisyah Aprilia Sari menjelaskan tentang metode pertanian yang menggabungkan budidaya ikan (akuakultur) dan tanaman (hidroponik) dalam satu ekosistem yang saling menguntungkan. Sistem ini memanfaatkan kotoran ikan sebagai nutrisi tanaman, sehingga menghasilkan pangan organik secara berkelanjutan.

Menurut Aisyah, sistem akuaponik memiliki berbagai manfaat, di antaranya menghasilkan dua produk organik (ikan dan sayuran), mudah dipelihara, hemat air, ramah lingkungan, memanfaatkan lahan sempit, serta menggunakan bahan yang mudah didapat. Ia juga memaparkan jenis-jenis akuaponik seperti media bed, rakit apung, Nutrient Film Technique (NFT), dan Deep Water Culture/Deep Flow Technique (DWC/DFT).

Dalam praktiknya, KKN 23 memperkenalkan pembuatan akuaponik sederhana dengan memanfaatkan galon bekas sekali pakai, rockwool, cup gelas, kabel ties, benih sayuran (sawi, pakcoy, kangkung, dan lainnya), bibit ikan lele, serta peralatan seperti pisau dan solder. Peserta diajarkan cara menyemai benih di tempat gelap sebelum dipindahkan ke media galon, serta teknik memotong dan melubangi galon untuk menempatkan cup gelas yang diikat kabel ties.

Dalam kesempatan itu, salah satu warga, Eni Setyowati, mengaku sangat senang bisa mengikuti pelatihan ini. “Saya baru tahu kalau ternyata lahan sempit pun bisa menghasilkan sayur dan ikan. Rencananya saya mau mencoba membuatnya di rumah, apalagi bahan-bahannya gampang dicari,” ungkapnya. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *