Sukoharjonews.com – Rasulullah SAW sabar menghadapi perlakukan orang tersebut. Beliau kemudian pulang ke rumah dengan kepala penuh dengan debu.
Dikutip dari Humayro, Selasa (8/7/2025), dalam kitab Sirah Ibnu Hisyam banyak disebutkan kisah-kisah kesabaran Rasululullah SAW dalam melakukan dakwah, di antaranya adalah kisah kesabaran beliau atas perlakuan tetangga-tetangganya yang amoral.
Diceritakan bahwa di antara tetangga Rasul ada yang suka mengganggu dan selalu ber-usaha mencelakakan beliau. Suatu ketika ada di antara mereka yang melemparkan tempat peranakan (rahim) domba ke tubuh Rasul di saat beliau sedang bersujud.
Ada juga yang melempar rahim itu ke periuk air Nabi, yang digunakan untuk berwudhu, hingga akhirnya Rasul harus membuat pagar untuk melindungi tempat shalatnya. Namun tetangga-tetangga beliau tetap terus melakukan itu.
Bahkan suatu waktu pernah ada seseorang yang berdiri di pintu rumah Rasul dan berkata, “Wahai keturunan Abdu Manaf. Model tetangga seperti apa kamu ini?” kemudian dia melempari Rasulullah SAW.
Sepeninggal Sayyidah Khadijah r.a., kaum Quraisy mengira bahwa semangat dakwah Nabi Muhammad SAW mengendur. Sebagaimana diketahui, Khadijah adalah orang yang total dalam membantu Rasulullah SAW meskipun dalam kondisi-kondisi yang sulit. Pada tahun yang sama paman Nabi, Abu Thalib juga meninggal dunia.
Dia adalah orang yang selalu melindungi dan membela perjuangan Nabi di Mekah. Kondisi ini terjadi tiga tahun sebelum Rasulullah berhijrah ke Madinah. Kondisi ini membuat kaum Quraisy semakin bersemangat untuk mengganggu, menghalangi dan menyakiti Rasulullah.
Suatu hari ada seorang Quraisy menghadang Rasul di tengah jalan dan menaburkan debu di atas kepala beliau. Rasulullah sabar menghadapi perlakukan orang tersebut. Beliau kemudian pulang ke rumah dengan kepala penuh dengan debu.
Sesampainya di rumah salah seorang putri beliau terharu melihat kondisi ayahnya itu, sambil menangis dia bersihkan debu yang menempel di kepala ayahnya itu. Namun Rasul berkata, “Janganlah engkau menangis wahai putriku. Sesungguhnya Allah-lah yang melindungi ayahmu ini.” (nano)
Tinggalkan Komentar