Kisah Perwira Pertamina Menjaga Energi dari Tengah Laut Saat Lebaran

Kisah Perwira Pertamina yang tetap bertugas saat Lebaran di tengah laut demi menjaga pasokan energi nasional tetap aman dan stabil. (Foto: Dok Pertamina)

Sukoharjonews.com (Jakarta) – Ketika sebagian besar masyarakat Indonesia menikmati momen Hari Raya Idulfitri bersama keluarga, ada kisah berbeda yang dijalani oleh para Perwira Pertamina di tengah laut. Mereka harus merayakan Lebaran jauh dari orang-orang tercinta demi memastikan pasokan energi tetap terjaga.

Tugas tersebut menjadi bentuk tanggung jawab besar agar kebutuhan energi nasional terus terpenuhi tanpa gangguan. Salah satu sosok tersebut adalah Andi Nandayani yang bekerja sebagai Plant Operator di Zulu Flow Station, Regional 2 Zona 5 Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java.

Pada tahun ini, ia harus mengorbankan momen Lebaran bersama suami dan anaknya demi menjalankan tugas penting di sektor hulu migas. Keputusan tersebut menjadi bagian dari komitmennya dalam menjaga produksi minyak dan gas tetap berjalan.

Bagi Nanda, sapaan akrabnya, pengalaman ini terasa sangat berbeda karena menjadi pertama kalinya ia merayakan Lebaran sebagai pekerja migas. Ia baru bergabung di Subholding Upstream Pertamina pada tahun 2025. Selain itu, ia juga menjadi satu-satunya pekerja perempuan yang bertugas di fasilitas tersebut.

Di balik pekerjaannya, Nanda menyimpan cerita tentang perjuangan seorang ibu yang harus menahan rindu pada keluarga.

“Suami sangat mendukung keputusan saya untuk tetap bertugas. Tapi anak saya masih kecil, jadi harus diberi pengertian secara perlahan kenapa ibunya tidak bisa pulang saat Lebaran. Itu yang paling menguras perasaan,” ujar ibu seorang putra berusia 4 tahun ini.

Walau harus bertugas saat Lebaran, Nanda mengaku bangga karena bisa berkontribusi dalam menjaga ketahanan energi nasional. Sebagai Plant Operator, ia memiliki tanggung jawab memastikan seluruh peralatan di Zulu Flow Station beroperasi dengan aman dan stabil.

Perannya memang tidak terlihat secara langsung oleh publik, namun sangat penting dalam menjaga kelangsungan produksi migas.

Cerita serupa juga datang dari Fanji Rochmat yang menjabat sebagai Senior Supervisor Foxtrot Plant di Regional 2 Zona 5 PHE ONWJ. Lebaran kali ini menjadi pengalaman kesembilan baginya merayakan hari raya di lokasi offshore. Hal tersebut sudah menjadi bagian dari konsekuensi profesinya di sektor energi.

Dalam pekerjaannya, Fanji memegang peranan penting untuk memastikan proses produksi berjalan optimal. Ia bertanggung jawab atas kelancaran aliran produksi dari anjungan sumur hingga ke flow station dan diteruskan ke gathering station.

Selain itu, ia juga memastikan pasokan gas lift tetap terjaga serta mengoordinasikan berbagai kegiatan perawatan fasilitas produksi. Namun di balik tanggung jawab tersebut, ada pengorbanan pribadi yang harus ia jalani. “Perasaannya campur aduk. Tentu ada rasa sedih karena tidak bisa berlebaran dengan keluarga besar.”

“Ada juga rasa bangga karena bisa ikut menjaga ketahanan energi nasional,” ungkap ayah seorang putri berusia 10 tahun dan seorang putra berusia 8 tahun.

Meski jauh dari rumah, suasana kebersamaan di tempat kerja menjadi pengganti kehangatan keluarga. Hal ini juga dirasakan oleh Rully Bagja Anugrah yang bertugas sebagai Production Operator di Offshore Southeast Sumatera North Business Unit.

Ia merayakan Lebaran dengan melaksanakan shalat Id bersama rekan kerja, saling bermaafan, hingga menikmati sarapan bersama yang membuat anjungan terasa seperti rumah kedua.

“Bekerja saat Lebaran tentu terasa berbeda dibanding hari biasa, terutama dari segi suasana dan emosional,” ungkap Perwira yang setiap hari bertanggung jawab terhadap proses pemisahan fluida dan migas serta menjaga kestabilan operasional agar tetap berada pada level yang aman.

Dedikasi yang ditunjukkan oleh Nanda, Fanji, dan Rully menjadi gambaran nyata peran penting para pekerja energi di balik layar.

Mereka tetap siaga memastikan pasokan energi nasional tetap tersedia, bahkan saat masyarakat sedang menikmati libur Lebaran. Bagi mereka, pekerjaan ini bukan sekadar tugas, melainkan bentuk pengabdian untuk negeri. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar