Kirab Pembukaan Grebeg Penjalin Desa Trangsan Sukoharjo Meriah, Ribuan Warga Padati Rute

Masyarakat berebut isi gunungan usai kirab pembukaan Grebeg Penjalin Desa Trangsan, Gatak, Kamis (10/10/2025).

Sukoharjonews.com – Kirab budaya pembukaan Grebeg Penjalin ke-8 Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Sukoharjo meriah, Kamis (10/2025). Selama kirab, masyarakat memadati rute untuk menyaksikan kirab yang mengarak 11 gunungan. Kirab sendiri diberangkatkan oleh Wakil Bupati, Eko Sapto Purnomo.

Selain ingin menyaksikan kirab, masyarakat yang tertarik untuk berebut isi gunungan seperti hasil kerajinan rotan, makanan kecil, sayuran, dan lainnya. Grebeg Penjalin sendiri berlangsung selama tiga hari, 9-11 Oktober 2025.

Ketua Panitia Grebeg Penjalin ke-8, Suryanto, menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan hasil kerajinan rotan khas Desa Trangsan yang sudah dikenal luas.

“Tahun ini tema yang kita angkat adalah Rotan Trangsan Bangkit, Bekerja Keras Menuju Indonesia Emas. Jumlah peserta kirab mencapai lebih dari 2.000 orang,” ujarnya.

Suryanto melanjutkan, ada yang berbeda dari pelaksanaan tahun ini. Jika sebelumnya kegiatan lebih banyak diikuti oleh para perajin rotan, kali ini seluruh warga Desa Trangsan ikut ambil bagian.

“Semua unsur masyarakat terlibat, mulai dari tiap kadus, RW hingga 37 RT ikut serta dengan membawa kreasi rotan yang berbeda-beda,” tambahnya.

Kepala Desa Trangsan, Mujiman mengapresiasi semangat warganya yang kembali menghidupkan roh Grebeg Penjalin sebagai ajang memperkuat kegotongroyongan dan rasa memiliki terhadap desa.

“Tahun ke-8 ini benar-benar menggembirakan karena kami kembalikan ke esensinya, yakni memupuk semangat kebersamaan dan handarbeni terhadap Desa Trangsan,” ujarnya.

Dalam kirab tersebut, sebanyak 37 ketua RT bersama warganya menampilkan hasil-hasil kerajinan rotan yang telah diwariskan secara turun-temurun, seperti pecut rotan, parut rotan, hingga boncengan anak zaman dahulu.

Semua hasil karya itu diarak dan dipamerkan sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi serta warisan leluhur Desa Trangsan yang dikenal sebagai sentra rotan terbesar di Sukoharjo.

Kemeriahan kirab ini menjadi bukti nyata masyarakat Trangsan tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga terus berinovasi dan bangkit bersama untuk membawa nama besar rotan Trangsan ke tingkat nasional. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar