Tak Berkategori  

Khutbah Jumat: Agar Rezeki Berkah dan Bertambah, Jangan Lewatkan Beramal

banner 468x60
Khutbah jumat: beramal menambah rezeki.(Foto: dompet quran)

Sukoharjonews.com – Amalan-amalan pembuka rezeki adalah amalan yang umumnya dilakukan oleh umat Islam dengan harapan agar Allah SWT memberikan berkah dan kelimpahan dalam rezeki mereka. Seperti yang kita ketahui, rezeki tak hanya soal uang dan materi, namun juga terkait dengan kesehatan, rasa gembira, dan kebaikan lainnya.


Dikutip dari Nu Online, pada Kamis (20/2/2025) dalam Kitab Kanzul Ummal Nomor 9858 Umar bin Khattab menyebut bahwa sehebat-hebatnya seseorang jika ia tidak bekerja maka wibawanya akan runtuh:

إِنِّيْ لَأَرَى الرَّجُلَ فَيُعْجِبُنِيْ، فَأقُوْلُ: لَهُ حِرْفَةٌ؟ فَإِنْ قَالُوا: لَا؛ سَقَطَ مِنْ عَيْنِي

Artinya: “Sungguh kadang aku melihat seorang lelaki yang membuatku terkagum. Lalu aku tanyakan, ‘Dia punya pekerjaan?’ Jika mereka menjawab ‘Tidak’ lelaki itu langsung jatuh wibawanya di mataku.”

Selain bekerja untuk mendapatkan apa yang kita butuhkan, Islam juga mengajarkan kita untuk beramal dengan berbagi dari apa yang sudah kita dapatkan dan miliki. Beramal bukan hanya tentang memberikan harta, tetapi juga mencakup segala bentuk kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas, seperti membantu sesama, berbagi ilmu, ataupun sekedar menebar senyum.


Dalam berbagai ajaran agama dan nilai kehidupan, amal diyakini sebagai jalan untuk membuka pintu rezeki. Ketika seseorang memberi dengan tulus, maka Allah akan menggantinya dengan rezeki yang lebih baik, baik dalam bentuk materi maupun kebahagiaan batin. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 261:

مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۗوَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

Artinya: “Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.”

Ayat ini menunjukkan bahwa beramal, khususnya dalam bentuk sedekah dan infaq, akan membawa keberkahan dan kelipatan rezeki. Amal yang kita keluarkan di jalan Allah tidak akan berkurang, justru akan bertambah dan membawa manfaat yang besar baik di dunia maupun di akhirat. Dengan keikhlasan berbagi, kebaikan-kebaikan dalam kehidupan pun akan terus bertambah. Dan inilah yang disebut dengan berkah yakni ziyadatul khair (bertambahnya kebaikan).


Beramal dengan berbagai akan memberi dampak positif dalam kehidupan. Semua diawali dengan kebahagiaan individu karena mendapatkan apa yang diinginkan. Ketika kita mampu memberikan sebagian kebahagiaan yang kita miliki, pasti kita akan semakin bisa bahagia. Bukan hanya kita yang bahagia, orang yang menerima pun akan berbahagia. Terciptanya kebahagiaan dari yang memberi dan menerima pastinya akan mendatangkan kebahagiaan kolektif sehingga kebahagiaan dan kemaslahatan akan terwujud di tengah-tengah masyarakat.

Jangan khawatir jika apa yang kita miliki berkurang saat kita beramal dengan berbagi. Jangan khawatir kita tidak akan dapat apa-apa dari apa yang kita berikan. Rasulullah bersabda:

عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الأَنْصَارِيِّ قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ (رواه أبو داود)

Artinya: “Diriwayatkan dari Abi Mas’ud al-Anshari, Rasulullah saw bersabda: “Barang siapa yang menunjukkan kebaikan, maka ia mendapatkan pahala sepadan dengan orang yang melakukannya.” (HR Abu Dawud).


Bukan hanya harta yang bisa kita gunakan untuk beramal dan berbagi. Ilmu dan pengetahuan yang kita miliki juga bisa digunakan untuk bersedekah. Mengajarkan ilmu yang bermanfaat misalnya, adalah bentuk amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir meskipun seseorang telah meninggal dunia. Oleh karena itu, hendaknya kita selalu berbagi ilmu yang kita miliki agar ilmu tersebut membawa manfaat bagi banyak orang.

Dengan berbagi ilmu justru ilmu yang kita miliki akan semakin kuat dan terus bertambah. Jika kita tidak pernah mengamalkan ilmu kita dengan memberikannya pada orang lain, bisa dipastikan ilmu itu lambat laun akan hilang dan tidak bermanfaat. Pepatah Arab menyebutkan:

الْعِلْمُ بِلَا عَمَلٍ كَالشَّجَرِ بِلَا ثَمَرٍ

Artinya: “Ilmu yang tidak diamalkan seperti pohon yang tidak berbuah”


Dari penjelasan ini dapat kita pahami bahwa dengan beramal dan berbagi kita akan mendapatkan tambahan kebaikan dan keberkahan. Jika kita beramal dengan materi maka kita akan mendapatkan materi lebih dari yang kita berikan. Jika kita beramal dengan ilmu, maka ilmu kita akan terus tertanam dalam diri serta bermanfaat bagi semua dan mendapatkan keberkahan. Semoga kita menjadi orang yang cinta untuk berbagi dengan sesama untuk mewujudkan keberkahan hidup di dunia dan akhirat. Aamiin.(cita septa)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *