Sukoharjonews.com – Jika Anda berkesempatan mengunjungi Hungaria pada bulan Februari, Anda mungkin akan merasakan suasana karnaval yang meriah. Di sana, banyak orang mengenakan kostum unik dan menari dengan bebas, menciptakan suasana yang penuh kegembiraan.
Dilansir dari Daily News Hungary, Kamis (3/4/2025), Karnaval Hungaria merupakan perayaan untuk menyambut akhir musim dingin. Dalam perayaan ini, terdapat berbagai tradisi khas yang masih dijaga hingga saat ini.
Perayaan Utama Karnaval Hungaria Farsang farka atau “ekor Karnaval”. Selama perayaan ini, masyarakat setempat turun ke jalan untuk berpesta dan berparade. Di daerah Balaton, misalnya, para wanita bahkan berdandan seperti pria sebagai bagian dari tradisi mereka.
Meskipun awalnya berasal dari kepercayaan pagan, Karnaval ini kini juga dikaitkan dengan tradisi Kristen karena berlangsung sebelum masa Prapaskah. Setelah perayaan selesai, pada hari Kamis, masyarakat biasanya menghabiskan sisa makanan dari pesta sebelumnya.
Buso-Walking di Mohács
Salah satu tradisi Karnaval yang paling terkenal adalah Buso-walking di kota Mohács. Perayaan ini menarik banyak wisatawan setiap tahunnya. Para pria yang disebut busok mengenakan topeng kayu buatan tangan dan mantel wol tebal, lalu berparade di sepanjang kota dengan diiringi musik dan tarian rakyat.
Festival ini diyakini berasal dari kisah ketika penduduk lokal berhasil mengusir tentara Ottoman yang ingin menyerang Mohács. Karena keunikannya, Buso-walking bahkan diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO pada tahun 2009.
Kepercayaan Tradisional dalam Karnaval Hungaria
Masyarakat Hungaria memiliki banyak takhayul terkait musim Karnaval. Salah satunya adalah Hari Balázs yang jatuh pada 3 Februari. Konon, apa pun yang dilakukan seseorang pada hari ini akan memengaruhi kesehatan dan keberuntungannya dalam beberapa bulan ke depan.
Tradisi Jalan Baláz masih dilakukan hingga kini, di mana para guru dan murid berkeliling desa menyanyikan doa dan harapan baik bagi penduduk. Mereka juga mengumpulkan sumbangan untuk sekolah. Perayaan ini ditujukan untuk menghormati Uskup Balázs (Saint Blaise), yang diyakini dapat membantu menyembuhkan penyakit tenggorokan.
Selain itu, penduduk setempat masih menjalankan kebiasaan memberkati kulit apel panggang dan memberikannya kepada orang sakit sebagai doa agar cepat sembuh. Para petani anggur juga melakukan ritual khusus dengan memangkas pohon anggur di empat sudut kebun mereka, berharap agar panen mereka berlimpah dan terhindar dari hama.
Dengan berbagai tradisi unik ini, Karnaval Hungaria bukan hanya menjadi ajang pesta dan hiburan, tetapi juga sarat dengan nilai budaya dan sejarah yang terus dilestarikan.(patrisia argi)
Tinggalkan Komentar