
Sukoharjonews.com – Kekeringan mulai menimpa sebagian wilayah di Sukoharjo bagian selatan. Akibatnya, air bersih mulai sulit didapatkan karena sumber air menurun. Setidaknya ada enem desa di dua kecamatan yang mengalami kesulitan air bersih.
Hingga saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo pun sudah melakukan pengiriman air bersih. Tercatat, sebanyak 132 tangki air bersih sudah dikirim sejak Juli hingga awal Oktober 2025.
“Bantuan air bersih masih akan terus dikirim mengingat kondisi cuaca semakin panas dampak musim kemarau. Disisi lain, cuaca ekstrem juga terlihat dengan curah hujan ringan di wilayah terdampak kekeringan. Sedangkan disebagian wilayah lain curah hujan tinggi disertai angin kencang,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo, Sabtu (11/10/2025).
Menurutnya, saat ini memang masuk kemarau basah sehingga meski cuaca panas, ada wilayah yang mengalami turun hujan dengan intensitas bervariasi.
“Kondisi cuaca cukup ekstrem dan berdampak langsung di wilayah. Dimana sebagian masih ada hujan dan sebagian lagi justru mengalami kekeringan seperti Kecamatan Tawangsari dan Weru,” ujar Ariyanto.
Pemkab Sukoharjo sampai saat ini masih mengirim bantuan air bersih untuk warga. Total terhitung awal droping Juli lalu hingga sekarang awal Oktober 2025 sudah 132 truk tangki air bersih kami kirim,” ujarnya.
Ariyanto melanjutkan, dari catatan BPBD, warga kekurangan air bersih sudah terjadi sejak akhir Juli 2025. Pemkab Sukoharjo mulai mengirim bantuan air bersih sejak Juli 2025 di Kedungjambal, Tawangsari. Ada lima desa di dua kecamatan.
Untuk Kecamatan Tawangsari ada satu desa yakni Desa Kedungjambal. Sedangkan untuk Kecamatan Weru ada empat desa yakni Desa Karangwuni, Desa Alasombo, Desa Karanganyar dan Desa Tawang. Sedangkan data terbaru per 26 September 2025 ada tambahan satu desa terdampak kekeringan yakni Desa Weru, Kecamatan Weru.
Sesuai data, kekeringan terjadi di Desa Kedungjambal Kecamatan Tawangsari ada 186 KK atau 553 jiwa, Desa Karangwuni ada 47 KK atau 121 jiwa, Desa Alasombo Kecamatan Weru ada 95 KK atau 260 jiwa, Desa Karanganyar Kecamatan Weru ada 30 KK atau 120 jiwa, Desa Tawang Kecamatan Weru ada 70 KK atau 190 jiwa, Desa Weru, Kecamatan Weru ada 75 KK atau 265 jiwa.
“Total ada 503 KK atau 1.509 jiwa sudah mendapat kiriman bantuan air bersih,” lanjutnya.
BPBD Sukoharjo memastikan kebutuhan air bersih warga terdampak kekeringan sudah terpenuhi. Bantuan air bersih masih akan terus dikirim sesuai dengan kebutuhan warga.
Ariyanto mengatakan, kewaspadaan dilakukan mengingat cuaca sulit diprediksi. Kondisi saat ini disebagian wilayah di Kabupaten Sukoharjo sering terlihat cuaca mendung dan turun hujan dengan intensitas bervariasi mulai ringan, sedang dan tinggi. Namun demikian, disebagian wilayah lainnya justru cuaca panas dan berdampak pada kondisi lingkungan menjadi kering.
Cuaca yang bervariasi tersebut sangat berpengaruh pada kondisi wilayah terdampak. Untuk wilayah masih ada hujan memiliki stok air melimpah. Namun di wilayah panas kondisinya kering dan warga kekurangan air bersih. (nano)















Facebook Comments