Kesalahan Diet yang Haris Dihindari Untuk Mencegah Diabetes

Kesalahan diet yang harus dihindari. (Foto: coach)

Sukoharjonews.com – Diabetes adalah suatu kondisi seumur hidup di mana kadar glukosa darah tubuh tetap tinggi akibat resistensi insulin. Insulin, hormon yang bertanggung jawab menggunakan glukosa untuk energi, menjadi tidak efektif. Para ahli percaya bahwa mengonsumsi makanan tertentu dengan kadar gula darah tinggi yang kronis dapat menghambat fungsi insulin, yang berpotensi menyebabkan diabetes. Untuk mengurangi risiko terkena kondisi kronis ini, penting untuk menghindari kesalahan makan tertentu yang berhubungan dengan diabetes.

Dikutip dari Healthshots, pada Minggu (27/8/2023), berikut kebiasaan makan yang sebaiknya Anda hindari untuk mengurangi risiko terkena diabetes:

1. Asupan gula dan makanan olahan yang tinggi
Mengonsumsi makanan dan minuman bergula berlebihan, termasuk makanan olahan atau kemasan dengan tambahan gula, menyebabkan lonjakan kadar glukosa darah dengan cepat. Mengonsumsi makanan manis secara teratur seperti permen, soda, kue kering, dan sereal manis dapat membebani kemampuan tubuh untuk mengatur insulin secara efektif, sehingga berpotensi menyebabkan resistensi insulin dan diabetes tipe 2.

2. Makan berlebihan dan obesitas
Makan berlebihan secara terus-menerus, terutama jika dibarengi dengan pilihan makanan yang salah, dapat menyebabkan penambahan berat badan dan obesitas, yang merupakan faktor risiko utama diabetes tipe 2. Obesitas dapat menyebabkan resistensi insulin dan berdampak negatif pada kemampuan tubuh menggunakan insulin secara efektif. Selain menghindari kebiasaan dan kesalahan makan ini, ada baiknya jika Anda makan lebih sedikit dan sering sepanjang hari. Menurut Patil, “Makan dengan penuh perhatian dapat membantu mengontrol kadar gula darah yang tiba-tiba, memberikan lebih banyak energi yang berkelanjutan, dan meningkatkan metabolisme, membantu pengelolaan berat badan dan mengurangi risiko diabetes.”

3. Melewatkan sarapan
Melewatkan sarapan adalah kesalahan umum yang dapat berdampak serius pada risiko diabetes. Sarapan yang seimbang meningkatkan metabolisme dan membantu mengatur kadar gula darah sepanjang hari. Gagal sarapan dapat menyebabkan makan berlebihan pada waktu makan berikutnya dan dapat mengganggu sensitivitas insulin seiring berjalannya waktu.

4. Kurangnya serat
Pola makan rendah serat dapat mempengaruhi kadar gula darah dan sensitivitas insulin. Makanan kaya serat seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan membantu memperlambat penyerapan glukosa dan meningkatkan kontrol gula darah.

5. Diet tinggi lemak
Pola makan tinggi lemak trans dan lemak jenuh dapat mengganggu sensitivitas insulin dan memicu peradangan di dalam tubuh. Lemak tidak sehat ini sering ditemukan pada makanan olahan dan gorengan. Mengganti lemak ini dengan pilihan yang lebih sehat seperti lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda yang ditemukan dalam minyak zaitun, alpukat, dan kacang-kacangan dapat berdampak positif pada risiko diabetes.

6. Konsumsi alkohol berlebihan
Patil mengatakan, “Minum alkohol dalam jumlah banyak dapat menghambat pengelolaan berat badan Anda dan juga memengaruhi kadar gula darah, sehingga berpotensi meningkatkan risiko diabetes tipe 2.”

Selain menghindari kebiasaan makan tidak sehat tersebut, jangan abaikan olahraga harian agar tetap bugar dan terhindar dari penyakit kronis seperti diabetes!(cita septa)

Tinggalkan Komentar