
Sukoharjonews.com – Speech delay mungkin sudah bukan menjadi hal asing di kalangan para orang tua. Kondisi ini menyerang bayi hingga anak-anak yang sedang memasuki masa pertumbuhan. Speech delay adalah sebuah kondisi yang dapat dialami bayi dan anak-anak yang menyebabkan mereka mengalami keterlambatan bicara dan berbahasa. Seringkali, meski mengerti ketika seseorang berbicara namun sangat sulit untuk mengucapkan dan mengeluarkan kata kembali.
Anak yang mengalami speech delay bisa diakibatkan karena salah satu organ tersebut mengalami gangguan sehingga menyebabkan proses berbicara mereka terganggu. Dikutip dari VOI, pada Sabtu (15/7/2023), berikut tanda-tanda jika anak Anda mengalami speech delay:
1. Mencari Sumber Suara
Di usia satu tahun, mayoritas anak umumnya akan menoleh bila mendengar suara. Mereka akan mencoba mencari sumber suara tersebut.
Sementara, anak dengan speech delay akan tampak abai terhadap suara. Bahkan, mereka jarang terkejut ketika ada suara guntur, pintu terbuka, atau derap sepatu. Orang tua mungkin saja berpikir bahwa anaknya adalah tipe anak yang tenang ketika mereka tidak merespons suara. Akan tetapi, gejala ini patut diwaspadai.
2. Tidak Merespons saat Dipanggil
Bayi usia 4 bulan ke atas umumnya sudah mengerti namanya dan merespons saat dipanggil, seperti menoleh atau tersenyum. Apabila ia tidak menanggapi saat dipanggil di usia 1 tahun, Anda juga patut waspada.
3. Tidak Menunjukkan Reaksi
Anak yang mengalami speech delay cenderung tidak bereaksi pada orang lain, seperti tidak tersenyum saat melihat keluarga dekatnya. Ia bahkan tidak menangis apabila orang tuanya meninggalkannya.
4. Tidak Kunjung Mengucapkan Sesuatu Bermakna
Umumnya pada usia 12 bulan, seorang anak mulai mengucapkan satu suku kata bermakna, seperti “pa” untuk menyebut Papa, “nen” untuk bermaksud minta menyusu, atau “mam” untuk meminta makan. Anak yang mengalami speech delay belum juga bisa mengucapkan sesuatu yang bermakna untuk menyampaikan maksudnya.
5. Kosakatanya Tidak Bertambah
Begitu balita mencoba menggunakan kata-kata, umumnya akan terlihat perkembangan yang stabil dalam penggunaan kosakatanya. Anak yang mengalami speech delay, umumnya memiliki kosakata yang tampak stagnan lebih dari beberapa bulan.(cita septa)



Facebook Comments