Kenali Radang Amandel dan Cara Mengobatinya

Penyebab radang amandel.(Foto: umsu)

Sukoharjonews.com – Tonsilitis atau radang amandel adalah kondisi ketika organ amandel mengalami peradangan atau inflamasi yang menimbulkan rasa nyeri saat menelan dan terkadang dapat menyebabkan amandel bengkak. Meskipun sering terjadi pada anak-anak berusia 5-15 tahun, kondisi ini juga bisa terjadi pada orang dewasa.

Sebagian besar penyebab amandel atau tonsilitis adalah infeksi virus. Tetapi ada pula penyebab radang amandel adalah karena infeksi bakteri. Penularan tersebut pun dapat terjadi apabila seseorang memiliki kontak erat dengan penderita, seperti berjabat tangan dan menghirup partikel udara ketika penderita bersin. Beberapa virus yang menjadi penyebab amandel adalah sebagai berikut:

● Rhinovirus: Virus penyebab pilek.
● Influenza: Virus penyebab flu.
● Enterovirus: Virus penyebab penyakit mulut, tangan, dan kaki.
● Adenovirus: Virus penyebab diare.
● Rubella: Virus penyebab campak.

Selain dari infeksi virus/bakteri, penyebab radang amandel adalah biofilm yang terdapat pada lipatan amandel. Biofilm adalah sekumpulan mikroorganisme yang menempel dan membentuk selimut di permukaan tubuh. Biofilm sendiri dapat terjadi akibat resistensi antibiotik.

Dikutip dari Primaya Hospital, pada Sabtu (18/5/2024), jika radang amandel disebabkan oleh virus, biasanya kondisinya akan membaik dengan sendirinya dalam waktu 1-2 minggu. Sedangkan, jika radang amandel disebabkan oleh bakteri, maka perlu pemberian obat antibiotik sesuai resep dokter.

Selain memberikan obat, ada beberapa langkah penanganan yang bisa dilakukan untuk meringankan gejala radang amandel pada anak, yaitu di antaranya:

1. Istirahat yang Cukup
Istirahat adalah cara paling efektif untuk memulihkan kondisi tubuh yang sedang sakit, termasuk penyakit radang amandel. Pastikan akan mendapatkan istirahat yang cukup hingga kondisinya berangsur terus membaik dan sembuh

2. Memperbaiki Kualitas Udara
Cara mengatasi radang amandel dengan memperbaiki kualitas udara di rumah. Jauhkan anak dari paparan polusi udara seperti debu dan asap rokok. Bila perlu gunakan humidifier untuk membuat udara menjadi lembab dan bersih.

3. Konsumsi Makanan Lembut
Radang amandel biasanya membuat efek nyeri ketika menelan sesuatu pada tenggorokan. Oleh karena itu, berikan anak makanan lembut dan mudah ditelan seperti bubur, sup, atau nasi tim, kemudian berikan minum air hangat.

4. Berkumur dengan Air Garam
Jika anak berusia di atas 6 tahun, berkumur dengan air haram menjadi salah satu cara mengobati radang amandel. Caranya tuangkan satu sendok teh garam ke dalam satu gelas air hangat, lalu diaduk. Kumur dengan larutan tersebut

5. Konsultasi dengan Dokter
Jika gejala radang amandel tidak kunjung membaik, maka konsultasi dengan dokter. Dokter akan memeriksa anak lewat faktor penyebab peradangan. Jika diketahui radang amandel karena terinfeksi bakteri, maka perlu pemberian obat.

Cara mencegah radang amandel pada anak-anak dengan mengatur pola makan sehat dan seimbang. Kemudian hindari jajanan yang mengandung pengawet dan penyedap rasa, serta makanan yang digoreng atau berminyak.

Meskipun pada mumunya radang amandel terjadi pada anak-anak usia 3-7 tahun. Namun, peradangan ini juga bisa terjadi pada orang dewasa sehingga penting untuk melakukan pencegahan. Tujuannya agar tidak terkena radang amandel.(cita septa)

Tinggalkan Komentar