Tak Berkategori  

Kenali Peter Pan Syndrome dan Gejalanya yang Mungkin Menimpa Pasanganmu

banner 468x60
Mengenal syndrom peter pan. (Foto: healthline)

Sukoharjonews.com – Peter Pan merupakan salah satu tokoh fiksi yang berasal dari novel ‘Peter Pan; atau, Anak Laki-Laki yang Tidak Tumbuh Besar’ pada tahun 1911. Pada kisah tersebut tokoh Peter Pan digambarkan sebagai tokoh laki-laki yang tidak perlu menua dan mengambil tanggung jawab seperti orang dewasa. Tokoh inilah yang menjadi referensi dari istilah dalam psikologi yang disebut Peter Pan Syndrome.


Sesuai dengan referensinya, Peter Pan Syndrome menunjukkan kondisi seseorang yang mengalami kesulitan dalam bertumbuh dewasa.

Orang-orang yang mengalami Sindrom Peter Pan secara umum, cenderung akan merasa kesulitan dalam mengambil dan mengelola tanggung jawab layaknya orang dewasa. Dilansir dari Psychology Today pada Sabti (18/11/2023), terdapat lima tanda dan gejala kunci dari Peter Pan Syndrome yaitu:

1. Emotional Paralysis, ditunjukan dari janji seseorang mengungkapkan perasaannya dengan cara yang tepat.

2. Lambatnya bertindak, ditunjukan dengan memiliki sikap apatis, sering menunda-nunda tugas, dan sering terlambat.

3. Penghindaran tanggung jawab, seseorang sering menghindari pertanggungjawaban atas kesalahan yang ia buat dan justru menyalahkan orang lain.


4. Harapan seperti seorang ibu dari pasangannya, seseorang mengalami kesulitan dengan hubungan keibuan dan memperlakukan calon pasangannya sebagai figur ibu.

5. Tensed relationship with father figures, seseorang memiliki hubungan dan perasaan yang jauh dari ayahnya dan kesulitan dengan figur otoritas seorang laki-laki.

Beberapa dampak dalam kehidupan nyata dari sindrom ini antara lain, kesulitan dalam mempertahankan pekerjaan dan menjaga serta merawat hubungan yang sehat dengan pasangan.

Menjaga hubungan romantis dengan pasangan agar tetap sehat, sering dialami orang dengan sindrom ini, karena sifat dan perilaku kekanak-kanakan yang dimilikinya.


Mereka juga sering kesulitan dalam mendengarkan dan berkomunikasi dengan pasangannya, menghindari komitmen dan kesulitan memainkan peran yang setara dengan pasangannya.

Akan tetapi, secara umum menjadi dewasa bukanlah hal yang mudah. Menjadi dewasa memerlukan proses yang panjang, bisa berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Namun apabila seseorang secara terus menerus mengalami kesulitan dalam menjaga hubungan yang sehat dan menerima tanggung jawab, alangkah lebih baiknya seseorang meminta bantuan dari profesional.(patrisia argi)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *