Kenali Belimbing, Makanan Super yang Membantu Menurunkan Berat Badan dan Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Jadikan belimbing sebagai makanan super andalan Anda untuk menurunkan berat badan. (Foto: Shutterstock)

Sukoharjonews.com – Belenggu adalah bintang dalam dunia makanan super. Buah ini kaya akan manfaat kesehatan, termasuk penurunan berat badan dan peningkatan kekebalan tubuh.

Jika berbicara tentang pola makan bergizi, bagaimana kita bisa melewatkan makanan super? Anda pasti sudah pernah mengonsumsi makanan seperti jamur, blueberry, lentil, kale, dan sayuran hijau berdaun yang dikenal sebagai makanan super karena menawarkan banyak vitamin, mineral, antioksidan, dan nutrisi lainnya sekaligus rendah kalori. Salah satu makanan super tersebut adalah belimbing atau ‘kamrakh’ dalam bahasa Hindi.

Dikutip dari Healthshots, Sabtu (14/3/2026), buah belimbing (Averrhoa carambola), banyak dikonsumsi di Asia. Sesuai namanya, buah ini terlihat seperti bintang kecil berujung lima saat dipotong. “Buah ini renyah, berair, dan memiliki rasa yang ringan. Kulitnya berlilin, berwarna kuning atau hijau, dan dapat dimakan, serta buahnya memiliki biji kecil berwarna gelap di tengahnya. Belimbing dimakan segar atau dimasak dengan makanan lezat lainnya. Bahkan, belimbing dapat dimasak dan diolah menjadi selai dan disimpan dalam toples steril untuk jangka waktu lama. Belimbing memiliki rasa manis-asam,” kata Deepti Khatuja, Kepala Ahli Gizi Klinis, Fortis Memorial Research Institute, Gurugram.

Apakah belimbing sehat?
Ya, belimbing sangat sehat. Berikut beberapa alasan mengapa belimbing bermanfaat bagi Anda, yang dibagikan oleh Deepti Khatuja.

1. Sumber serat yang baik
Belmbing kaya akan berbagai nutrisi, terutama serat. Buah ini kaya akan serat (mengandung sekitar 60 persen selulosa, 27 persen hemiselulosa, dan 13 persen pektin) dan rendah kalori. Hal ini berkontribusi pada efek menguntungkan pada homeostasis glukosa (keseimbangan insulin dan glukagon untuk menjaga kadar glukosa darah). Kandungan seratnya juga membantu mengatur sistem pencernaan dengan mengatasi buang air besar yang tidak teratur dan mendorong pertumbuhan bakteri baik.

2. Menjaga kolesterol tetap terkontrol
Buah belimbing telah menunjukkan efek menurunkan kolesterol, berkat serat larut yang terdapat di dalamnya. Serat ini menghambat aktivitas kolesterol jahat dan menghilangkan molekul lemak dari darah. Mengontrol kolesterol juga berarti mengurangi kemungkinan penyakit jantung.

3. Ideal untuk menurunkan berat badan
Sebagai sumber serat yang baik, rendah kalori, dan mengandung banyak nutrisi, buah belimbing merupakan buah yang ideal untuk orang yang sedang diet. Buah ini dapat membuat Anda kenyang lebih lama, mempercepat metabolisme Anda. Artinya, Anda akan membakar lebih banyak kalori. Buah ini juga cocok sebagai camilan malam hari untuk dikonsumsi kapan pun rasa lapar menyerang.

4. Baik untuk kesehatan kardiovaskular
Serat larut dapat membantu menghilangkan molekul lemak dari darah dan karenanya dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Selain itu, belimbing juga kaya akan natrium, kalium, dan mineral lainnya yang dapat mengatur tekanan darah Anda.

5. Mencegah kerusakan sel
Selain serat, belimbing merupakan sumber vitamin dan mineral yang baik. Belimbing kaya akan antioksidan alami seperti vitamin C, beta-karoten, dan asam galat. Antioksidan ini membantu mencegah kerusakan sel.

6. Meningkatkan kekebalan tubuh
Belenggu memiliki kandungan antioksidan yang tinggi bersama dengan vitamin C. Kombinasi ini dapat memastikan sistem kekebalan tubuh Anda tetap kuat dan sehat. Selain itu, belimbing kaya akan magnesium, zat besi, seng, mangan, kalium, dan fosfor.

7. Digunakan dalam pengobatan
Karena nilai gizinya, belimbing umumnya digunakan dalam pengobatan Ayurveda dan Pengobatan Tradisional Tiongkok (TCM). Beberapa kondisi klinis yang diobati dengan belimbing meliputi: demam, batuk, diare, sakit kepala kronis, gangguan kulit inflamasi (eksim), dan infeksi jamur kulit.

Kata penutup
Meskipun belimbing adalah buah yang lezat dan sangat sehat, konsumsinya harus dalam jumlah sedang dan harus dihindari oleh orang yang memiliki masalah ginjal. Konsumsi berlebihan buah ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, penyakit ginjal, dan masalah perut seperti kram, kembung, dan perut bergas. Jadi, jika Anda memiliki masalah ginjal, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum mengonsumsinya. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar