Sukoharjonews.com – Sosialisasi intensif Dinas Kesehatan Sukoharjo bersama elemen terkait belum mampu menekan penyebaran kasus HIV/AIDS di Kabupaten Sukoharjo. Hal itu terbukti tahun ini kasus HIV/AIDS masih mengalami peningkatan dibandingkan 2024.
Sesuai data Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, sepanjang tahun 2025 tercatat ada 65 orang terpapar HIV/AIDS. Angka tersebut naik dibanding tahun 2024 yang mencatat ada 56 kasus.
“Tahun 2024 itu ada 56 kasus HIV/AIDS, sedangkan tahun 2025 ini naik menjadi 65 kasus, artinya ada kenaikan sembilan kasus,” ujar Kepala DKK Sukoharjo, Tri Tuti Rahayu, Jumat (12/12/2025).
Tuti melanjutkan, secara kumulatif, sejak 2008 hingga 2025, total pengidap HIV/AIDS di Sukoharjo mencapai 1.057 kasus, terdiri dari 591 kasus HIV dan 466 kasus AIDS. Dari jumlah tersebut, 174 orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dilaporkan meninggal dunia.
Meski begitu, ujarnya, upaya penanggulangan HIV/AIDS menunjukkan perkembangan positif dalam tiga tahun terakhir. Menurut Tuti, temuan kasus baru HIV lebih tinggi dibanding kasus baru AIDS, yang menurutnya menunjukkan peningkatan deteksi dini.
Sebaran kasus HIV/AIDS ditemukan di 12 kecamatan, dengan angka tertinggi berada di wilayah perbatasan dengan Kota Solo.
Kecamatan Grogol mencatat kasus terbanyak dengan 176 kasus, disusul Kecamatan Sukoharjo dengan 171 kasus, serta Kartasura yang mencatatkan 153 kasus.
“Wilayah perbatasan seperti Grogol dan Kartasura beririsan dari segi jarak dan karakter masyarakat. Ini menjadi perhatian khusus dalam menyusun strategi penanggulangan HIV/AIDS,” kata Tuti.
Tuti mengatakan, Pemkab Sukoharjo kini mengakselerasi penerapan strategi Tri Zero HIV/AIDS, yaitu nol kasus baru HIV, nol kematian akibat AIDS, dan nol stigma serta diskriminasi terhadap ODHA.
“Penguatan pencegahan dan pendampingan kami lakukan dengan menyasar kelompok berisiko tinggi. Selain itu, edukasi masyarakat juga dimasifkan melalui keterlibatan warga peduli AIDS (WPA), komunitas, dan kampus,” tambahnya. (nano)
Tinggalkan Komentar