Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Kasus positif corona aktif di Kabupaten Sukoharjo mulai turun seiring banyaknya kasus yang sembuh maupun selesai isoman. Berdasarkan update pada 28 Maret 2022, kasus positif corona aktif di Sukoharjo turun menjadi 377 kasus. Sebaran kasus corona aktif di Sukoharjo terbanyak masih ada di Kecamatan Kartasura dengan 68 kasus.
“Berdasarkan update per 28 Maret, 377 kasus corona aktif tersebar di 12 kecamatan yang ada di Sukoharjo dan terbanyak masih ada di Kecamatan Kartasura,” jelas Jubir Satgas Penanganan Corona Sukoharjo, Tri Tuti Rahayu, Selasa (29/3/2022).
Berikut ini data kasus positif corona aktif dan kasus kematian tiap kecamatan berdasarkan update per 28 Maret 2022:
| KECAMATAN | POSITIF AKTIF | KASUS KEMATIAN |
|---|---|---|
| GROGOL | 1 | 221 |
| MOJOLABAN | 1 | 158 |
| GATAK | 1 | 64 |
| BULU | 0 | 58 |
| KARTASURA | 0 | 205 |
| TAWANGSARI | 0 | 77 |
| POLOKARTO | 0 | 128 |
| NGUTER | 0 | 105 |
| SUKOHARJO | 0 | 163 |
| BENDOSARI | 0 | 123 |
| WERU | 0 | 80 |
| BAKI | 0 | 152 |
| JUMLAH | 3 | 1.534 |
Jika melihat data tersebut, untuk kasus kematian positif corona juga mengalami kenaikan. Sesuai data, kasus kematian terbanyak masih di Kecamatan Grogol dengan 217 kasus, kemudian Kartasura dengan 200 kasus, dan Sukoharjo dengan 160 kasus kematian.
Saat ini akumulasi kasus positif corona di Sukoharjo hingga 28 Maret 2022 mencapai 20.292 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 18.409 kasus sembuh atau selesai isoman, 1.506 kasus meninggal, dan 377 kasus aktif. Untuk kasus aktif tersebut terdiri dari 332 kasus isolasi mandiri dan 45 kasus rawat inap di rumah sakit.
Tuti menambahkan, penularan virus corona dalam beberapa hari terakhir naik signifikan. Untuk itu, masyarakat diimbau untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes), yakni 5M. Masing-masing memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, serta mengurangi mobilitas.
Disisi lain, untuk program vaksinasi corona terus dilakukan dimana sasaran penerima vaksin terus bertambah. Mulai dari tenaga kesehatan, petugas layanan publik, lanjut usia (lansia), guru, disabilitas, masyarakat umum usia 6 plus. Selain itu, pemberian vaksin booster juga terus dilakukan. (nano)
Tinggalkan Komentar