Kasus Corona Aktif Sukoharjo Tinggal 155 Kasus, Berikut Sebarannya Tiap Kecamatan

Waspada virus corona.

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Kasus positif corona aktif di Kabupaten Sukoharjo mulai turun seiring banyaknya kasus yang sembuh maupun selesai isoman. Berdasarkan update pada 6 April 2022, kasus positif corona aktif di Sukoharjo tinggal 155 kasus. Sebaran kasus corona aktif di Sukoharjo terbanyak bergeser di Kecamatan Gatak dengan 28 kasus.

“Berdasarkan update per 6 April, 155 kasus corona aktif tersebar di 12 kecamatan yang ada di Sukoharjo dan terbanyak ada di Kecamatan Gatak,” jelas Jubir Satgas Penanganan Corona Sukoharjo, Tri Tuti Rahayu, Kamis (7/4/2022).

Berikut ini data kasus positif corona aktif dan kasus kematian tiap kecamatan berdasarkan update per 6 April 2022:

KECAMATANPOSITIF AKTIFKASUS KEMATIAN
GROGOL1221
MOJOLABAN1158
GATAK164
BULU058
KARTASURA0205
TAWANGSARI077
POLOKARTO0128
NGUTER0105
SUKOHARJO0163
BENDOSARI0123
WERU080
BAKI0152
JUMLAH31.534

Jika melihat data tersebut, untuk kasus kematian positif corona juga mengalami kenaikan. Sesuai data, kasus kematian terbanyak masih di Kecamatan Grogol dengan 217 kasus, kemudian Kartasura dengan 203 kasus, dan Sukoharjo dengan 161 kasus kematian.

Saat ini akumulasi kasus positif corona di Sukoharjo hingga 6 April 2022 mencapai 20.493 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 18.819 kasus sembuh atau selesai isoman, 1.519 kasus meninggal, dan 155 kasus aktif. Untuk kasus aktif tersebut terdiri dari 136 kasus isolasi mandiri dan 19 kasus rawat inap di rumah sakit.

Tuti menambahkan, penularan virus corona dalam beberapa hari terakhir naik signifikan. Untuk itu, masyarakat diimbau untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes), yakni 5M. Masing-masing memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, serta mengurangi mobilitas.

Disisi lain, untuk program vaksinasi corona terus dilakukan dimana sasaran penerima vaksin terus bertambah. Mulai dari tenaga kesehatan, petugas layanan publik, lanjut usia (lansia), guru, disabilitas, masyarakat umum usia 6 plus. Selain itu, pemberian vaksin booster juga terus dilakukan. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar